Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jemaah Haji Diminta Disiplin Ikuti Aturan Jelang Puncak Ibadah Haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jemaah Haji Diminta Disiplin Ikuti Aturan Jelang Puncak Ibadah Haji di Arafah, Muzdalifah dan MinaJAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR An’im Falachuddin, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk disiplin mematuhi regulasi dan arahan petugas menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 2026.Menurut pria yang akrab disapa Kiai An’im itu, kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan, kesehatan, serta kelancaran pelaksanaan ibadah haji di

Nusantaraterkini.coJAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR An’im Falachuddin, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk disiplin mematuhi regulasi dan arahan petugas menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 2026.

Menurut pria yang akrab disapa Kiai An’im itu, kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan, kesehatan, serta kelancaran pelaksanaan ibadah haji di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara.

Baca Juga : 47.012 Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Fokus Kawal Kepulangan

“Kami mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mematuhi aturan yang disampaikan petugas haji menjelang pelaksanaan puncak haji tahun ini. Aturan yang diberikan tentunya demi kebaikan seluruh jemaah. Dengan mengikuti aturan tersebut, kami berharap pelaksanaan haji berjalan lebih lancar, aman, dan seluruh jemaah dapat kembali dalam keadaan sehat,” ujar Kiai An’im, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga : Fase Kepulangan, 6.333 Jemaah Haji Bertolak ke Tanah Air

Politikus asal Jawa Timur itu juga mengingatkan para jemaah agar mulai mengurangi aktivitas fisik di luar hotel, termasuk membatasi ibadah sunnah yang berpotensi menguras tenaga. Pasalnya, rangkaian ibadah Armuzna membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

“Pada saat puncak haji, aktivitas fisik akan sangat padat. Mulai dari pergerakan menuju Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melempar jumrah di Mina. Seluruh rangkaian tersebut membutuhkan kondisi fisik yang prima,” jelasnya.

Baca Juga : Kasus Penipuan Hanania Travel, Komisi VIII DPR Desak Negara Kawal Pengembalian Dana Rp12,14 M

Saat pelaksanaan wukuf di Arafah, Kiai An’im menyarankan jemaah untuk lebih banyak berdiam diri di dalam tenda sambil memperbanyak zikir, doa, dan membaca Surat Al-Ikhlas.

Baca Juga : DPR Imbau Masyarakat Waspada Tawaran Haji Visa Foruda 2026

Selain itu, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri tersebut menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama prosesi mabit di Muzdalifah dan perjalanan menuju Mina. Jemaah diminta mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan petugas guna menghindari kepadatan yang berisiko membahayakan keselamatan.

“Jemaah harus mengikuti jadwal yang telah ditentukan petugas agar tidak terjadi penumpukan dan desak-desakan yang dapat membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Kiai An’im juga mengingatkan jemaah agar selalu membawa obat-obatan pribadi di tas jinjing untuk mengantisipasi gangguan kesehatan mendadak selama berada di tenda Armuzna. Selain itu, kartu nusuk juga diminta tidak sampai tertinggal di hotel.

“Semua aturan yang diberikan tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek demi kebaikan jemaah haji. Kami berharap seluruh jemaah dapat mengikuti arahan yang disampaikan petugas haji,” pungkasnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co)