Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kadis Kesehatan Binjai Ingatkan Program UHC Di Seluruh Puskesmas, Jangan Persulit Pasien

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto saat diwawancarai wartawan.

Nusantaraterkini.co, BINJAI - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto langsung turun ke beberapa Puskesmas untuk memberikan sosialisasi atau mengingatkan terkait pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) yang baru saja diluncurkan.

Di masing masing Puskesmas, dr Sugianto mengingatkan kepada seluruh jajarannya agar melayani semua masyarakat tanpa terkecuali. Baik pasien yang memiliki BPJS, menunggak, hingga pasien yang tidak memiliki BPJS.

"Jangan ada kata mempersulit dalam program UHC ini. Bagi pasien yang tidak punya BPJS, layani saja dengan meminta KTP. Kalau tidak ada KTP, minta KK-nya. Ini sudah komitmen kita untuk Binjai menuju UHC," ujar dr Sugianto, Sabtu (20/7/2024).

Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita

Lanjut dr Sugianto menerangkan, bahwa program UHC terfokus kepada masyarakat miskin atau tidak mampu. Sehingga peserta BPJS yang menunggak masih tetap diminta untuk melunasi ketika mendapat pelayanan lanjut atau rujukan.

"Kalau tidak ada BPJS, sertakan KTP dan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Pasti akan dilayani di Puskesmas, saya pastikan itu. Jika BPJS-nya menunggak, tetap dilayani di tingkat Puskesmas. Nah, ketika ada rujukan ke rumah sakit, tunggakan tersebut harus tetap dilunasi," ujar dr Sugianto.

Karena itu, lanjutnya, diharapkan kepada masyarakat mampu untuk tetap membayar iuran BPJS demi membantu masyarakat tidak mampu.

Baca Juga : Dokter Hewan: Hantavirus Cermin Buruknya Sanitasi Lingkungan

"Anggaran kita belum mampu menalangi biaya kesehatan seluruh masyarakat Binjai. Sehingga kami berharap masyarakat mampu tetap membayar iuran BPJS," ucap dr Sugianto.

Lebih jauh dikatakan dr Sugianto, dengan program UHC tahun ini, sebanyak 95 persen masyarakat Binjai sudah dijamin kesehatannya.

"Capaian ini salah satu syarat minimal Binjai sebagai kota UHC. Capaian ini juga akan terus meningkat sesuai penambahan penduduk. Mungkin tahun depan mencapai target 96 persen," ujar dr Sugianto.

Baca Juga : Wagub Sumut: HUT ke-154 Binjai Momentum Perkuat Optimisme dan Kemajuan Daerah

"UHC merupakan upaya pemerintah untuk hadir disaat masyarakat sakit. Jika ada pengutipan dalam program ini, saya akan mengambil sikap tegas. Ini komitmen kita bersama," sambungnya.

Sedangkan terkait Fasilitas kesehatan (Faskes) dr Sugianto menerangkan bahwa warga Binjai Timur bisa saja berobat ke Puskesmas Binjai Barat.

Namun, hal ini sedikit sulit di administrasi yang dikerjakan lagi secara manual. Begitupun, masih bisa mendapat pelayanan.

Baca Juga : Begal Kian Brutal di Binjai, Politisi PAN Fithri Mutiara Harahap Desak Polres Binjai Bertindak Tegas

"Tapi saya tetap anjurkan sesuai regulasi BPJS. Karena Faskes yang menentukan bukan dinas kesehatan, tetapi sistem BPJS. Kecuali emergency ya, kalau emergency, dimana saja bisa masuk dan dilayani," tutup Sugianto. (rsy/nusantaraterkini.co)