Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kadis PUBM-TR Sumsel Klaim Kerusakan Jalan Provinsi di Palembang 7 Persen

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi Jalan Jendral Sudirman KM 3,5, Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Selasa (12/5/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumatera Selatan mengklaim mayoritas jalan provinsi sepanjang 76 kilometer di Kota Palembang dalam kondisi baik dengan tingkat kerusakan hanya mencapai tujuh persen pada tahun 2026 ini.

Kepala Dinas PUBM-TR Sumsel, M Affandi menyampaikan jika pihaknya telah memetakan 10 titik prioritas penanganan untuk segera diperbaiki melalui perencanaan dan desain teknis yang komprehensif.

Baca Juga : Kelola Rp28,5 M per Hari, Palembang jadi Serapan Terbesar Program MBG di Sumsel

"Seluruh jalan itu ada sekitar 76 kilometer, yang rusak cuma beberapa persen. Dari 100 persen (jalan provinsi), yang rusak hanya tujuh persen," ujar M Affandi, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga : Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, 1.000 Personel Gabungan Siaga Amankan Mudik di Sumsel

Affandi menjelaskan titik prioritas perbaikan mencakup Jalan Noerdin Pandji, M Isa, hingga MP Mangkunegara dengan desain yang turut mengintegrasikan sistem drainase seperti pembangunan box culvert guna menanggulangi banjir. Selain itu, beberapa ruas utama seperti Jalan Angkatan 66, Angkatan 45, dan Kapten A Rivai juga menjadi perhatian karena kondisi permukaan aspal yang mulai aus, sehingga membutuhkan penanganan bertahap.

"Total di Palembang ada 10 titik yang terkena dampak sudah kita petakan di tahun 2026 ini dan ada perencanaan dan desain. Jadi hasil desain itu peruntukannya bisa box culvert, bisa double atau single, intinya untuk mengakomodir banjir (air)," jelasnya.

Baca Juga : Jumiatun Hembuskan Nafas Terakhir, Total Korban Tewas di Muratara Jadi 19 Orang

Di sisi lain, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan jika penanganan jalan di wilayahnya terbagi berdasarkan kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan kota, termasuk 28 ruas jalan nasional yang kerap menjadi sasaran kritik masyarakat saat terjadi kerusakan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menerima keluhan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur publik di Sumatera Selatan.

Baca Juga : Gaji PPPK Paruh Waktu Sumsel Terlambat, Sekda: Bakal Dirapel Sebelum Idulfitri

"Kalau jalan berlubang, wali kota dan gubernur yang sering kena buli. Tapi itu tidak apa-apa, itu bagian dari kritik konstruktif," ucap dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Gelar Sholat Iduladha 1447 H, Herman Deru Ajak Masyarakat Teladani Semangat Pengorbanan Nabi Ismail dan Ibrahim

Baca Juga : Satgas Pangan Polda Sumsel Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Ramadan 2026