Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR Irmawan, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap ruas Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) setelah kembali terjadi kecelakaan maut yang merenggut korban jiwa.
Kecelakaan tersebut menimpa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Anwar Ramli, bersama keluarganya di ruas Tol Sibanceh seksi Padang Tiji–Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Senin (11/5/2026) malam. Dalam insiden itu, sang istri, Mariam Ulfa, meninggal dunia.
Baca Juga : 148 Ribu Kendaraan Melintas di JTTS, Hutama Karya Perkuat Layanan Selama Libur Panjang
Irmawan menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya, kecelakaan di jalan tol tidak bisa semata-mata dianggap akibat kelalaian pengemudi atau human error, melainkan harus dilihat secara menyeluruh, termasuk dari aspek keselamatan infrastruktur jalan.
Baca Juga : Trafik Tol Trans Sumatera Melonjak 22%, Ruas Kutepat & Sibanceh Paling Padat di Libur Isra Miraj
“Kami turut berduka cita atas wafatnya istri Tgk Anwar Ramli. Peristiwa ini harus menjadi alarm serius bagi seluruh pihak terkait. Jangan setiap kejadian hanya disimpulkan sebagai human error. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan tol Sibanceh,” ujar Irmawan, Rabu (13/5/2026).
Legislator dari daerah pemilihan Aceh itu menyoroti sejumlah aspek yang dinilai perlu segera dibenahi, mulai dari penerangan jalan, rambu-rambu keselamatan, kondisi permukaan jalan, hingga sistem mitigasi kecelakaan di ruas tol tersebut.
Baca Juga : Kecelakaan Maut di Jalinsum Medan–Rantauprapat, Polisi Tangkap Sopir Truk Usai Sebulan Menghilang
Menurutnya, masih terdapat titik-titik dengan penerangan minim dan kondisi badan jalan yang bergelombang sehingga berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Baca Juga : Dua Orang Meninggal Saat Kecelakaan Beruntun di Bawah LRT Cinde Palembang
“Penerangan jalan di beberapa titik masih minim. Kemudian kondisi badan jalan di sejumlah ruas juga dilaporkan masih bergelombang. Ini tentu berbahaya, terutama saat malam hari dan ketika pengendara melaju dalam kecepatan tinggi,” katanya.
Irmawan meminta pihak penyelenggara jalan tol segera melakukan audit keselamatan secara menyeluruh dan menambah rambu-rambu peringatan di titik rawan kecelakaan agar pengguna jalan lebih waspada.
Baca Juga : DPR Desak Perbaikan Transportasi Umum Usai Kenaikan BBM Non-Subsidi
“Kalau memang ada titik rawan, harus diberi tanda yang jelas. Jangan menunggu jatuh korban berikutnya baru dilakukan pembenahan. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Baca Juga : Pemerintah Didesak Pulihkan Infrastruktur Aceh
Ia juga mengingatkan bahwa arus kendaraan diperkirakan meningkat menjelang libur Iduladha. Karena itu, menurutnya, langkah cepat dan konkret sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Volume kendaraan saat libur keagamaan biasanya meningkat signifikan. Karena itu, seluruh fasilitas keselamatan harus dipastikan berfungsi optimal, mulai dari lampu penerangan, marka jalan, rambu peringatan, hingga kualitas permukaan jalan. Jangan sampai jalan tol yang seharusnya memberikan rasa aman justru kembali memakan korban,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
