Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kesal Merasa di PHP Pemerintah, Ratusan Petani di Pemalang Geruduk Pabrik Sepatu

Editor :  hendra
Reporter :  Ragil
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ratusan petani dari Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, JawaTengah (Jateng) menggeruduk pabrik sepatu PT Golden Victory yang pembangunannya tengah dikerjakan, Senin (24/3/2025). (Foto: Ragil/nusantaraterkini.co).

nusantaraterkini.co, PEMALANG - Ratusan petani dari Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, JawaTengah (Jateng) menggeruduk pabrik sepatu PT Golden Victory yang pembangunannya tengah dikerjakan, Senin (24/3/2025).

Mereka mendesak kepada pihak manejemen untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani, terkait dampak pembangunan pabrik milik PT Golden tersebut.

Kedatangan rombongan para petani Desa Kalirandu ini didampingi Aliansi Pantura Bersatu Tirto dan Eky Diantara.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Instruksikan APH Sikat Mafia Pupuk Subsidi: Jangan Rampas Hak Petani

Sebelumnya mereka pernah mendatangi kantor Bupati Pemalang beberapa waktu lalu, dengan mengadukan permasalahan yang sama, akan tetapi menurut Tirto perwakilan dari petani, mereka hanya di beri harapan palsu (PHP) oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Ratusan petani tersebut berjalan kaki dari Desa Kalirandu menuju lokasi pembangunan pabrik sepatu menyusuri jalur Pantura, sehingga sempat memperlambat arus lalulintas di jalur tersebut.

Setibanya di depan pintu masuk pabrik, dua perwakilan petani Eky dan Tirto bergantian melakukan orasi tuntutan kepada pihak Golden Victory, diantaranya tuntutan mengenai dampak akibat pembangunan pabrik tersebut, antara lain rusaknya akses jalan petani, rusaknya saluran irigasi dan dampak lainnya yaitu potensi terjadinya pencemaran limbah pabrik.

Baca Juga : Beruang Serang Petani di Sosoh Buay Rayap, Korban Berhasil Dievakuasi Polres OKU

"Akses petani, benteng dan tersier serta lobang lobang dari perusahaan dampaknya terasa, buangan air keluar dari pabrik, punya pengaruh besar menjadi efek dari pada pertanian tersebut," jelas Tirto.

Dirinya menambahkan, jika limbah buangan pabrik juga mengurangi tingkat kesuburan tanah pertanian.

Baca Juga : Ratusan Warga Binaan Rutan Pemalang Terima Remisi Idulfitri

"Limbah yang keluar otomatis mengurangi kesuburan tanah yang nantinya berdampak mengurangi hasil produksi pertanian, kemudian akan bisa jadi juga lebih jauh lagi akan sangat merusak kesuburan tanah dan itu akan merugikan kaum petani. Sampai sekarang belum ada rembukan atau musyawarah dari Pemerintah Desa, petani belum pernah di ajak musyawarah atau segala macemnya belum dan pada saat ketemu dengan pihak Pemkab Pemalang kami cuma di PHP," tambah Tirto kesal.

"Kami para kelompok tani atau para petani maupun warga akan selalu mengadakan aksi terus, sampai pabrik ini mau menyelesaikan dan menerima apa yang di minta petani dan menjalankannya," tutupnya.

Sementara itu pihak PT Golden Victory yang diwakili oleh Dwi Ina Rosana bagian HSI/Legal, ketika dikonfirmasi hanya menyebutkan nama dirinya serta departemenya tanpa memberikan keterangan,

Baca Juga : Polres Pemalang Laksanakan Pengawasan dan Pengecekan Senjata Api di Rutan Pemalang

"Saya Dwi Ina Rosana dari bagian HSI/ Legal untuk steamemt saya ngga bisa," katanya terburu buru.

(Ragil/nusantaraterkini.co).