Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ketua DRPD Binjai Mastikan Diri Maju di Pilkada Usai Kalah Pileg

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua DPRD Kota Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra

Nusantaraterkini.co, BINJAI - Sejumlah spanduk calon wali kota pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mulai bermunculan disetiap sisi Kota Binjai, Sumatera Utara.

Seperti salahsatunya spanduk milik Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra.

Pria yang akrab disapa Kires ini memastikan diri akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah Kota Binjai yang jatuh pada 27 November 2024 mendatang.

Baca Juga : Wagub Sumut: HUT ke-154 Binjai Momentum Perkuat Optimisme dan Kemajuan Daerah

Kires yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Binjai ini menyatakan siap bertarung dalam Pilkada Binjai usai kalah dalam pemilihan legislatif pada 14 Februari 2024 lalu.

Kires yang bertarung pada daerah pemilihan I Kecamatan Binjai Kota meraih kursi kelima dari jumlah alokasi 4 kursi.

Kepercayaan diri Kires akan maju sebagai calon kepala daerah di Kota Binjai didukung dengan perintah dari DPP Partai Golkar.

Baca Juga : Begal Kian Brutal di Binjai, Politisi PAN Fithri Mutiara Harahap Desak Polres Binjai Bertindak Tegas

"Partai Golkar merupakan partai yang terkoordinir, artinya partai yang mempunyai landasan AD/ART dan peraturan organisasi. Sebagaimana yang saya sampaikan bahwasanya saat ini saya adalah salah satu calon yang diutus oleh DPP Partai Golkar dan ditandatangani langsung oleh Pak Airlangga. Saya termasuk salah satu kader Partai Golkar yang mendapat mandat untuk menjadi calon kepala daerah di Kota Binjai," ujar Kires, Senin (15/4/2024).

Lanjut Kires, sejumlah syarat sudah disiapkannya untuk maju sebagai calon kepala daerah. Salah satunya, memberikan kontribusi dalam pemenangan Pilpres 2024 kemarin.

"Insya Allah sudah saya laksanakan (kontribusi pemenangan Pilpres), karena saya adalah salah satu calon dari ketiga orang yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar yang berkontribusi terhadap pemenangan partai. Saya salah seorang caleg dari Partai Golkar untuk memenangkan Partai Golkar di Kota Binjai," ucap Kires.

Baca Juga : Terjaring OTT KPK, Gubernur Sumsel Segara Usulkan Plt Bupati Muara Enim

Selain Kires, DPP Partai Golkar juga memberi tugas sebagai calon kepala daerah di Kota Binjai kepada H Zainuddin Purba (Anggota DPRD Sumut) dan H Rizky Yunanda Sitepu (Wakil Wali Kota Binjai).

"Saya berpartisipasi, berkontribusi dalam pemenangan Pak Prabowo-Gibran, sudah saya buktikan bahwasanya Partai Golkar dengan kekuatan basis kami bersama-sama kader ikut berkontribusi besar terhadap pemenangan Pilpres beberapa waktu lalu," ucap Kires.

"Di sini saya juga sebagai kader, apabila saya ditunjuk untuk nantinya sebagai calon kepala daerah, saya selaku kader Partai Golkar Binjai siap. Baik itu itu calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah," sambungnya.

Baca Juga : Pakar Nilai Sanksi Blacklist Lebih Efektif Tekan Politik Uang

Menurut Kires, kader Partai Golkar di Kota Binjai cukup minim sekali berkontribusi sebagai calon kepala daerah. Namun pada tahun 2024 ini, Kires menambahkan siap maju sebagai calon wali kota di Binjai.

"Dari DPP memerintahkan kami untuk melakukan survei melalui lembaga survei yang ada di Republik Indonesia. Ada 14 lembaga survei yang dipercaya Partai Golkar dan itu kita pergunakan untuk survei kita sebagai calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah," ucap Kires.

Tak lupa, Kires mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan amanahnya kepada Partai Golkar.

Pada Pileg 2024, Partai Golkar keluar sebagai pemenang dan tetap mempertahankan kursi empuk Ketua DPRD Binjai.

"Terima kasih kepada masyarakat Kota Binjai yang telah memberikan suaranya kepada Partai Golkar, sehingga menjadi pemenang dengan perolehan 29.393 suara dan 6 kursi di DPRD Binjai. Kami akan menjalankan amanah dan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan," ujar Kires.

Disoal komunikasi yang dilakukan kepada partai politik lain, Kires mengaku, sudah melakukan hal tersebut.

"Sampai saat ini, Komunikasi cukup bagus dan ini nantinya akan saya sampaikan ke DPP bahwasanya komunikasi politik ini sudah saya laksanakan sesuai dengan perintah DPP Partai Golkar kepada saya," ucap Ketua DPRD Kota Binjai ini.

Terpisah, DPD Partai Golkar Binjai sudah membuka pendaftaran penjaringan calon kepala daerah selama 15 hari, yang dimulai Selasa (9/4/2024) hingga Kamis (23/4/2024) mendatang.

Pendaftaran dibuka saat jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, di Kantor DPD Golkar Kota Binjai, Jalan Chandra Kirana, Kelurahan Satria, Binjai Kota.

Dasar pembentukan penjaringan ini adalah Surat Keputusan Musyawarah Nasional ke 10 PG nomor: X/Munas-X/Golkar/2019 tanggal 5 Desember 2019 tentang Program Umum Partai Golkar. Kemudian, petunjuk pelaksanaan DPP PG nomor : Juklak-3/DPP/Golkar/II/2020 tanggal 7 Februari 2020 tentang Penetapan Pasangan Calon (Palson) Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali kota/Wakil Wali kota dari partai Golkar dan surat DPD Partai Golkar Sumut Nomor : B-69/GK-SU/IV/2024 tanggal 4 April 2024 serta surat DPD Partai Golkar Sumut Nomor : B-70/GK-SU/IV/2024 tanggal 8 April 2024 tentang pendaftaran dan penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Wakil Ketua Tim Penjaringan, Riswan Pulungan menegaskan, proses penjaringan tanpa mahar, sebagaimana instruksi dan perintah Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Hingga Minggu (14/4/2024), ujar Riswan, sejauh ini belum ada yang mendaftar.

"Pendaftaran ini terbuka dan tanpa mahar, baik untuk kader maupun non kader Partai Golkar. Namun, mereka akan melakukan beberapa tahapan, tujuannya untuk mencari sosok terbaik yang akan dilaporkan kepada DPP Partai Golkar melalui DPD Partai Golkar Sumatera Utara," ujar Riswan.

Menurutnya, proses penjaringan ini menjadi bagian dari program partai untuk mencari sosok yang dinilai mumpuni untuk maju menjadi calon Wali Kota Binjai di Pilkada serentak yang rencana akan dilangsungkan pafa 27 November 2024 mendatang.

"Dalam prosesnya, tim penjaringan akan melakukan berbagai tahapan seleksi, termasuk membuat survei mengenai para calon yang mendaftar. Survei mengenai elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitas sosok," tutup Riswan. (rsy/nusantaraterkini.co)