Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Konsumen Zona Euro Was-was Inflasi Tetap Tinggi Akibat Lonjakan Harga Minyak

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2025 ini menunjukkan penanda promosi diskon di sebuah toko di Wina, Austria. (Foto: Xinhua/He Canling)

Nusantaraterkini.co, FRANKFURT - Para konsumen di zona euro memperkirakan inflasi akan tetap tinggi setelah konflik di Iran memicu lonjakan tajam harga minyak dan energi, demikian menurut sebuah survei Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang dirilis pada Senin (1/6/2026).

Menurut survei ekspektasi konsumen terbaru ECB, median inflasi yang dirasakan selama 12 bulan terakhir meningkat menjadi 4,0 persen pada April, naik dari 3,5 persen pada Maret.

Baca Juga : Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.650, Warga Padangsidimpuan Keluhkan Beban Ekonomi

Ekspektasi konsumen terhadap inflasi untuk 12 bulan ke depan tetap di angka 4,0 persen, yang menunjukkan bahwa rumah tangga masih melihat tekanan harga sebagai hal yang terus berlanjut.

Baca Juga : Prabowo Minta Publik Tenang Hadapi Pelemahan Rupiah, DPR: Jangan Panik

Survei tersebut menunjukkan bahwa ketidakpastian terhadap ekspektasi inflasi untuk tahun mendatang masih berada pada tingkat yang tinggi.

Harga energi melonjak tajam sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari, dengan konsumen merasakan dampaknya secara langsung melalui kenaikan harga bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Baca Juga : IHSG Hari Ini Terancam Lanjut Melemah, Picu Tekanan Pasar

Survei tersebut juga menunjukkan melemahnya ekspektasi pendapatan rumah tangga dan pertumbuhan. Ekspektasi pertumbuhan pendapatan nominal konsumen untuk 12 bulan ke depan turun menjadi 0,8 persen pada April, dari sebelumnya 1,2 persen yang tercatat pada Maret.

Baca Juga : Rupiah Melemah, Gunawan Benjamin: Harga Emas dan Minyak Mentah Melambung

Sementara itu, ekspektasi pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan tipis, turun menjadi minus 2,2 persen dari minus 2,1 persen.

Guncangan harga minyak telah mendorong inflasi zona euro menjadi 3,0 persen pada April, jauh di atas target ECB. Akibatnya, pasar keuangan memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Survei ekspektasi konsumen ECB adalah survei daring bulanan yang melibatkan sekitar 19.000 konsumen di 11 negara zona euro.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua