Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kota Padangsidimpuan Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 5,3

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Peta titik pusat gempa bumi Padangsidimpuan. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wilayah Kota Padangsidempuan diguncang oleh gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,3, Kamis (19/9/2024) pukul 23.14.17 WIB.

Namun hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan M5,2.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 7,8 Filipina: 55 Orang Tewas, 38 Masih Hilang

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya menyampaikan, episenter gempa terletak pada koordinat 0,81° LU ; 98,72° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada  87 km Barat Daya Kota Padangsidempuan pada kedalaman 82 km.

Baca Juga : Gempa M4.1 Guncang Nias Barat, BMKG: Dipicu Aktivitas Megathrust

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia pada zona intraslab.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault)," ungkapnya.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 4.3 Guncang Bener Meriah, Getaran Terasa hingga Takengon

 

Adapun dampak gempa dirasakan di daerah Gunung Sitoli dan Tapanuli Tengah dengan skala intensitas III MMI, yakni getarannya dirasakan nyata dalam rumah/terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Baca Juga : Bekal Memasuki Dunia Kerja, Mahasiswa Fisip Universitas Graha Nusantara Gelar Praktikum dan Mini Riset

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan MoU Pasang Baru dan Perubahan Daya dengan Total Kapasitas 2,77 MVA

Namun Daryono mengingatkan agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)