Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kuliah Umum di Stanford University, Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Dalam Hadapi Perubahan Iklim

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Nanda Prayoga
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Joko Widodo saat menghadiri kuliah umum di Stanford University, Amerika Serikat, Rabu (15/11/2023). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Kuliah Umum di Stanford University, Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Dalam Hadapi Perubahan Iklim

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri kuliah umum di Stanford University, Amerika, Rabu (15/11/2023). Dalam kesempatan itu dia menyampaikan tentang komitmen Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.

Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai

"Dunia ini sedang sakit, perubahan iklim, transisi energi, merupakan isu yang sangat-sangat mendesak. Namun, yang jadi pertanyaan apakah negara-negara di dunia mempunyai komitmen untuk bertanggung jawab dan mengambil peran? untuk Indonesia tidak perlu ragu dan tidak perlu dipertanyakan komitmen kami," katanya.

Baca Juga : Transisi Kepemimpinan, Prabowo Minta Calon Wamen Tancap Gas Kerja Maksimal

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, hingga saat ini Indonesia telah berhasil menurunkan emisi sebesar 91,5 juta ton. Kemudian diikuti dengan laju deforestasi Indonesia yang ditekan hingga 104.000 hektar pada 2022.

"Kemudian kawasan hutan juga direhabilitasi seluas 77.000 hektar, hutan bakau direstorasi seluas 34.000 hanya dalam waktu satu tahun," bebernya.

Baca Juga : PSI Disarankan Perjelas Posisi Jokowi di Struktur Partai

Jokowi mengakui, hal ini juga akan dilakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan menjadi kota pintar berbasis hutan.

Baca Juga : Yuddy Chrisnandi Tekankan Pentingnya Kesamaan Visi Menteri dengan Presiden untuk Perkuat Kinerja Pemerintahan

"Yang pertama kita bangun saat akan membangun ibu kota Nusantara adalah membangun Nursery Center, membangun Botanical Garden, yang berkapasitas 15 juta bibit pohon pertahunnya. 15 juta bibit pohon itu nanti akan kita tanam setiap tahunnya di Ibu Kota Nusantara dan di Pulau Kalimantan, inilah showcase transformasi Indonesia," paparnya.

Tahun depan, sambungnya, Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya di IKN untuk menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki ibukota baru.

Baca Juga : Beri Kuliah Umum di UMSU, Kapolda Sumut Paparkan Pentingnya Manfaat Hukum Berkeadilan Bagi Masyarakat

"Meskipun mungkin selesainya ibu kota ini baru 15-20 tahun yang akan datang, saya kira mungkin akan jadi ide yang baik, ide yang seru, jika mahasiswa Stanford University melakukan study tour ke IKN untuk melihat lebih dekat proses dan progresnya, mungkin di sana bisa melakukan riset secara kilat dan belajar tentang sisi keberlanjutan dalam membangun sebuah Green City," tuturnya.

Selain itu, Jokowi juga bersedia untuk menjadi guide bagi mahasiswa Stanford University yang berkeinginan meneliti IKN.

"Saya ini lulusan kehutanan, jadi jika nanti dibutuhkan, saya bisa menjadi guidenya. Kalau ada yang tertarik silahkan tunjuk jari, karena saya memang sudah mendengar bahwa Stanford University akan membangun kemitraan dengan otoritas Ibu Kota Nusantara di bidang pengembangan, penelitian, dan inovasi yang berkelanjutan," pungkasnya.

(mr6/Nusantaraterkini.co)