Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PSI Disarankan Perjelas Posisi Jokowi di Struktur Partai

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu memperjelas posisi Presiden ke-7, Joko Widodo dalam struktur kepengurusan partai, jika ingin memperoleh manfaat politik dari aktivitasnya yang berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Fernando, keberadaan Jokowi di PSI harus disertai dengan jabatan yang jelas di jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar memberikan dampak positif bagi partai menjelang Pemilu 2029.

Baca Juga : Kasus Pemukulan Bro Ron, Polisi Gerak Cepat Tangkap Dua Pelaku

“Kalau memang PSI ingin mendapatkan manfaat dari kegiatan Jokowi keliling Indonesia, sudah harus jelas posisinya di struktur DPP,” kata Fernando, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga : Strategi Kaesang Perkuat PSI: Rangkul Caleg Gagal 2024 untuk Tempur di 2029

Ia menilai, apabila Jokowi melakukan kegiatan politik atau kunjungan ke berbagai daerah tanpa memiliki keterikatan yang jelas dengan PSI, maka manfaat elektoral bagi partai tersebut tidak akan maksimal.

Fernando juga menyoroti potensi munculnya berbagai spekulasi politik apabila Jokowi aktif bergerak di lapangan tanpa jabatan resmi di PSI. 

Baca Juga : Yuddy Chrisnandi Tekankan Pentingnya Kesamaan Visi Menteri dengan Presiden untuk Perkuat Kinerja Pemerintahan

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan anggapan bahwa agenda yang dijalankan lebih berkaitan dengan kepentingan politik Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, pada kontestasi politik 2029.

Baca Juga : Pengamat Sebut Klaim Jokowi Terkait Revisi UU KPK sebagai Upaya Cuci Tangan Politik ​

“Kalau Jokowi keliling Indonesia tanpa jabatan jelas di PSI maka akan dicurigai agendanya untuk kepentingan Gibran pada 2029 yang akan datang,” ujarnya.

Fernando menambahkan, kehadiran Jokowi di dalam struktur PSI diyakini dapat memperkuat posisi partai dalam menghadapi Pemilu 2029. Menurut dia, figur Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang signifikan di berbagai daerah.

Baca Juga : Eka Widodo: Putusan MK Soal Kuota Caleg Perempuan Perkuat Demokrasi

Ia juga menilai strategi PSI yang aktif merekrut kader dari partai-partai yang memiliki basis kuat di daerah tertentu dapat menjadi modal penting untuk memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing partai.

Baca Juga : Parpol Diingatkan Wajib Penuhi Kuota 30% Caleg Perempuan di Setiap Dapil

“Keberadaan Jokowi di PSI tentu akan semakin siap menghadapi Pemilu 2029. Tidak hanya siap menghadapi PDI Perjuangan tetapi partai-partai lainnya juga. Apalagi kalau dilihat strategi PSI merekrut kader di daerah dengan mengambil kader partai yang unggul di daerah tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Pembina DPP PSI, Grace Natalie mengatakan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengenakan jaket PSI secara resmi sebagai Ketua Dewan Pembina. Grace meminta pengurus DPW PSI di seluruh Indonesia segera melengkapi struktur.

Grace mengatakan rakorwilsus dilaksanakan untuk memastikan kelengkapan struktur kepengurusan PSI di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Setelah proses tersebut rampung, dia mengatakan Jokowi akan melakukan kunjungan ke berbagai daerah dengan mengenakan atribut resmi PSI.

"Jadi PSI secara nasional di semua provinsi DPW, agar melengkapi struktur sampai di tingkat desa dan kelurahan. Tidak hanya di NTT, jadi ini serentak di wilayah lain juga berlangsung karena kita tahun depan kita sudah masuk verifikasi, dan segera merampungkan agar Bapak Dewan Pembina bisa segera secara formal memakai jaket PSI dan ikut menyapa masyarakat," beber Grace.

(LS/Nusantaraterkini.co)