Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Legislator: Kenaikan UMP Buruh Perlu Dipertimbangkan untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Netty Prasetiyani (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota DPR Netty Prasetiyani  menyoroti pentingnya kesejahteraan buruh di tengah meningkatnya biaya hidup yang menjadi tantangan pekerja. Pernyataan tersebut merespons tuntutan buruh untuk kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 10-20 persen pada 2025.

“Upah yang layak adalah hak setiap buruh. Permintaan kenaikan UMP ini perlu dipertimbangkan mengingat kita harus menjaga daya beli masyarakat,” ujar Netty, Jumat (11/10/2024).

Baca Juga : Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Hampir Satu Jam Akibat Listrik Padam

Ia menekankan bahwa keputusan kenaikan UMP harus melibatkan dialog yang konstruktif antara pemerintah, serikat buruh, dan pengusaha untuk memastikan semua pihak dapat berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan.

Baca Juga : UMK Medan Diusulkan Tembus Rp4,3 Juta, Sektor Unggulan Capai Rp4,5 Juta

“Kenaikan UMP adalah langkah strategis untuk melindungi kesejahteraan buruh, namun hal ini harus dilakukan secara bijak dan adil. Pemerintah harus mempertimbangkan kebutuhan hidup layak buruh, dinamika inflasi, serta pertumbuhan ekonomi agar kenaikan tersebut tidak membebani dunia usaha secara berlebihan,” jelas politikus PKS ini.

Oleh karena itu, Netty mendorong pemerintah untuk mengadakan dialog tripartit antara pemerintah, serikat buruh, dan pengusaha, dalam penetapan UMP 2025, untuk mencapai kesepakatan yang berimbang antara kepentingan buruh dan keberlangsungan usaha.

Baca Juga : Tuntut Gaji dan BPJS yang tak Dibayar, Dewan Peduli Negeri Geruduk Kantor Gubernur Sumut

“Hal ini penting untuk mencapai keputusan yang berimbang, yang tidak hanya memperhatikan kesejahteraan buruh tetapi juga keberlangsungan industri dan dunia usaha, khususnya sektor-sektor yang terdampak oleh tantangan ekonomi global,” tutur legislator dapil Jabar ini.

Baca Juga : Jelang Kemarau 2026, Menteri Lingkungan Hidup Minta Korporasi Bangun Embung Air

Dengan demikian, Netty berharap melalui kolaborasi antara semua pihak, solusi yang adil dan berkelanjutan dapat ditemukan untuk kesejahteraan buruh dan stabilitas ekonomi nasional. Sehingga iklim ketenagakerjaan yang lebih baik, dapat tercipta.

(cw1/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Sofwan Dedy: Diskon Transportasi saat Libur Sekolah Bisa Gerakkan Ekonomi dan Konsumsi