Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Masuki Tahap ke-11, 'Groundbreaking' Pelabuhan Tanjung Carat Dijadwalkan Kuartal IV 2026

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi saat diwawancarai usai Launching, Kamis (8/4/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meresmikan Project Launching Pelabuhan Tanjung Carat yang berlangsung di Griya Agung Palembang, Kamis (9/4/2026). Hal ini sebagai langkah strategis untuk menggantikan Pelabuhan Boom Baru yang dinilai sudah tidak memadai.

Proyek yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin tersebut kini telah mencapai tahap ke-11 dari total 15 tahapan administratif dan teknis yang dipersyaratkan.

Pemerintah memproyeksikan infrastruktur ini akan mengambil alih peran operasional Pelabuhan Boom Baru yang dinilai telah mencapai titik jenuh kapasitas dan tidak lagi memadai untuk menunjang aktivitas ekspor-impor skala besar.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Resmikan Groundbreaking Flyover KM 111 Khusus Batubara di Lahat: Sejarah Baru Penataan Jalur Logistik Batubara

"Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan langkah fundamental untuk mengurai kendala logistik di Sumsel," ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi saat diwawancarai usai launching.

Menariknya, pembiayaan proyek ini tidak membebani APBN maupun APBD, melainkan murni mengandalkan investasi swasta dan mitra lainnya.

Adapun proses konstruksi fisik di lapangan dijadwalkan mulai berjalan masif pada kuartal ketiga (Q3) atau kuartal IV yakni, sekitar bulan Juni hingga September 2026 mendatang.

Baca Juga : Tandai Awal Baru Jantung Kota, Groundbreaking KAI Lifestyle Medan Resmi Digelar

“Kita juga meminta peran aktif media untuk terus mengawal jalannya proyek agar kualitas bangunan tetap terjaga dan rampung sesuai target pada tahun 2028 atau paling lambat 2029,” ucapnya.

Ia menegaskan proyek ini merupakan hasil komitmen bersama antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk mempercepat eskalasi pembangunan agar selesai tepat waktu, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi besar bagi masyarakat Palembang maupun secara nasional.

“Harapan kami bahwa project launching ini tidak berhenti di acara seremonial, tapi akan dilanjutkan terus sampai dengan selesai,” tegasnya.

Baca Juga : Incar Potensi Logistik, PT FMS Kirim Surat Minat Proyek Tanjung Carat

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru menuturkan jika urgensi relokasi fungsi pelabuhan samudera ke Tanjung Carat didasari oleh evaluasi teknis terhadap Pelabuhan Boom Baru yang berada di wilayah urban.

Selain keterbatasan lahan, hambatan logistik darat juga menjadi poin krusial dalam pertimbangan pemindahan ini.

"Luasan lahan di lokasi lama sudah tidak memungkinkan untuk ekspansi, ditambah lagi posisinya di pusat kota yang kerap memicu kepadatan arus lalu lintas atau kondisi crowded.," ungkapnya.

Baca Juga : Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Dipercepat, Pelindo Pastikan Boom Baru Tetap Jalan

Oleh sebab itu, guna menjamin transparansi dalam penjaringan mitra strategis, pemerintah telah membuka kanal komunikasi digital bagi para investor.

"Calon mitra dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan maupun pengoperasian. Melalui laman resmi, calon investor dapat mendaftarkan entitas bisnis serta menyampaikan profil perusahaan secara daring guna menjaga akuntabilitas proses seleksi," jelasnya.

Pemerintah optimis bahwa pada kuartal keempat tahun 2026, proses peletakan batu pertama (groundbreaking) dapat dilaksanakan sehingga visi Provinsi Sumsel sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Indonesia segera terwujud.

Baca Juga : Curi Mesin Giling Ikan, Dua Warga Jakabaring Diringkus Jatanras Polda Sumsel

"Kami memastikan setiap tahapan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian agar pelabuhan ini nantinya mampu memberikan nilai manfaat ekonomi yang berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun nasional," tutupnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)