Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Preeklamsia Bisa Dicegah, Lindungi Ibu Hamil Sejak Dini

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi wanita hamil mengalami preeklamsia (Istockphoto.com)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kehamilan seharusnya menjadi masa yang membahagiakan. Namun, tidak sedikit ibu hamil yang harus menghadapi risiko komplikasi serius, salah satunya preeklamsia.

Kondisi ini sering datang tanpa gejala awal yang jelas, tetapi bisa berdampak fatal bagi ibu maupun janin jika tidak dicegah sejak dini.

Apa Itu Preeklamsia

Baca Juga : Air Lemon Bisa Menurunkan Berat Badan? Begini Kata Pakar Diet

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan biasanya disertai kebocoran protein dalam urine. 

Kondisi ini umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan bisa memburuk dengan cepat bila tidak ditangani.

Preeklamsia bukan penyakit sepele. Dalam kondisi berat, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia, yang menyebabkan kejang, gangguan organ, bahkan kematian ibu dan janin.

Baca Juga : Pemkab Tapsel Terima Sertifikat Eliminasi Filariasis dari Kemenkes

Preeklamsia Disebabkan Karena Apa

Sampai saat ini, penyebab pasti preeklamsia belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli sepakat bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada pembuluh darah plasenta yang memengaruhi aliran darah ke janin.

Beberapa faktor yang diduga menyebabkan preeklamsia antara lain:

1. Gangguan Plasenta

Baca Juga : RS Adam Malik Dukung Pembukaan Cath Lab di RSUD Rantauprapat

Plasenta yang tidak berkembang dengan baik dapat menghambat aliran darah, sehingga memicu tekanan darah tinggi pada ibu.

2. Tekanan Darah Tinggi Sebelum Hamil

Ibu yang sudah memiliki riwayat hipertensi lebih berisiko mengalami preeklamsia.

Baca Juga : RSU Haji Medan Gelar Kegiatan Edukatif dan Partisipatif Sambut HKN ke-61

3. Kehamilan Pertama

Fakta medis menunjukkan bahwa preeklamsia lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.

4. Faktor Genetik

Baca Juga : UHC Prioritas di Sumut, RSU Haji Komitmen Tidak Menolak Pasien

Riwayat preeklamsia dalam keluarga, seperti ibu atau saudara perempuan, dapat meningkatkan risiko.

5. Penyakit Penyerta

Diabetes, penyakit ginjal, obesitas, dan gangguan autoimun juga menjadi pemicu preeklamsia.

Baca Juga : Turunkan Tekanan Darah, Ini 5 Olahraga yang Patut Kalian Lakukan

Preeklamsia Kekurangan Vitamin Apa

Banyak yang bertanya, preeklamsia kekurangan vitamin apa?

Jawabannya: ada beberapa nutrisi penting yang berperan dalam menurunkan risiko preeklamsia.

1. Kalsium

Kekurangan kalsium dapat memicu peningkatan tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kalsium dapat membantu mencegah preeklamsia, terutama pada ibu dengan asupan kalsium rendah.

2. Vitamin D

Vitamin D berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan kesehatan pembuluh darah. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan meningkatnya risiko preeklamsia.

3. Asam Folat

Selain mencegah cacat tabung saraf, asam folat juga membantu menjaga fungsi pembuluh darah dan sirkulasi darah.

4. Magnesium

Magnesium membantu mengontrol tekanan darah dan fungsi otot, termasuk otot pembuluh darah.

Meski demikian, konsumsi vitamin harus tetap sesuai anjuran dokter, bukan berdasarkan asumsi sendiri.

Bagaimana Cara Mencegah Preeklamsia pada Ibu Hamil

Kabar baiknya, preeklamsia bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten. Berikut cara mencegah preeklamsia pada ibu hamil yang direkomendasikan tenaga medis:

1. Rutin Kontrol Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi tekanan darah dan kondisi ibu sejak dini.

2. Jaga Pola Makan Sehat

Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti:

* Sayur dan buah segar

* Protein sehat (ikan, telur, kacang-kacangan)

* Karbohidrat kompleks

Hindari makanan tinggi garam, gula berlebih, dan makanan ultra-proses.

3. Cukupi Asupan Cairan

Minum air putih yang cukup membantu menjaga sirkulasi darah dan fungsi ginjal.

4. Kendalikan Berat Badan

Kenaikan berat badan berlebih saat hamil dapat meningkatkan risiko preeklamsia.

5. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur dan stres berlebih dapat memengaruhi tekanan darah ibu hamil.

6. Aktivitas Fisik Ringan

Olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam hamil membantu melancarkan peredaran darah.

Apa Saja Tindakan Pencegahan Preeklamsia

Selain gaya hidup sehat, terdapat beberapa tindakan pencegahan preeklamsia yang bisa dilakukan berdasarkan rekomendasi medis:

1. Konsumsi Suplemen Sesuai Anjuran Dokter

Dokter mungkin merekomendasikan:

* Kalsium

* Vitamin D

* Asam folat

terutama bagi ibu dengan risiko tinggi.

2. Pemantauan Tekanan Darah Mandiri

Ibu hamil dengan riwayat hipertensi dianjurkan memantau tekanan darah di rumah.

3. Menghindari Rokok dan Alkohol

Paparan zat berbahaya dapat memperburuk fungsi pembuluh darah dan plasenta.

4. Mengelola Stres

Stres berlebih dapat memicu lonjakan tekanan darah. Relaksasi dan dukungan keluarga sangat membantu.

Gejala Preeklamsia yang Perlu Diwaspadai

Meskipun fokus utama adalah mencegah preeklamsia, ibu hamil tetap perlu mengenali gejalanya, seperti:

* Sakit kepala hebat

* Pandangan kabur

* Pembengkakan mendadak di wajah dan tangan

* Nyeri ulu hati

* Mual dan muntah berlebihan

Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke tenaga medis.

Apakah Preeklamsia Bisa Sembuh

Preeklamsia umumnya akan membaik setelah persalinan. Namun, pencegahan sejak dini sangat penting agar kondisi tidak berkembang menjadi berat dan membahayakan ibu maupun bayi.

Dengan deteksi dini dan perawatan tepat, sebagian besar ibu hamil dengan preeklamsia tetap dapat melahirkan dengan aman.

Mencegah preeklamsia bukan hal yang mustahil. Dengan pola hidup sehat, nutrisi seimbang, kontrol kehamilan rutin, serta pemahaman yang baik tentang faktor risiko, ibu hamil dapat mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi ini.

Preeklamsia bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga membutuhkan kesadaran ibu dan keluarga sejak awal kehamilan.

(Akb/nusantaraterkini.co)