Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menko AHY Perintahkan Percepatan Pengiriman Alat Berat PUPR untuk Buka Akses Bencana Sumatera

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan peninjauan pengiriman bantuan untuk korban bencana banjir Aceh di Pelabuhan Belawan, Senin (1/12/2025). (Foto : Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, BELAWAN - Pemerintah Pusat terus mempercepat penanganan darurat bencana yang melanda Sumatera di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Bantuan logistik telah dikirimkan dan proses perbaikan infrastruktur yang rusak serta pemulihan akses komunikasi dan listrik menjadi prioritas.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, kesiapan pemerintah untuk turun ke lokasi bencana dalam 2-3 hari ke depan.

"Kita berduka atas korban jiwa dan kerusakan material yang terjadi. Tugas kami sekarang adalah memastikan bantuan sampai dan infrastruktur vital segera berfungsi," ujarnya saat memantau langsung penyaluran bantuan di Pelabuhan Belawan, Senin (1/12/2025).

Baca Juga : Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Tembus 442 Jiwa, 402 Orang Masih Hilang

AHY menegaskan, koordinasi intensif dilakukan dengan kementerian atau lembaga di bawahnya, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kami telah menggerakkan alat-alat berat seperti ekskavator, loader, dan truk untuk membersihkan material longsor dan menghubungkan kembali jalur-jalur yang terputus. Ini penting untuk mengatasi isolasi sejumlah daerah dan memulihkan logistik darat," ucapnya.

Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto Menyambangi Tapanuli Tengah, Beri Jaminan Penanganan Darurat Bencana ​

AHY mengakui tantangan di lapangan tidak ringan, dengan banyaknya titik longsor, genangan air, dan gangguan pada jaringan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta listrik.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN. Pasokan BBM dan listrik sangat vital, tidak hanya untuk operasi penanganan, tetapi juga untuk komunikasi. Jika listrik padam, komunikasi terhambat, dan ini bisa menghambat informasi dari lapangan," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)