nusantaraterkini.co, MEDAN - Pesawat Air New Zealand mengalami kerusakan mesin setelah dua jam setengah berada di udara. Akibatnya, pesawat terpaksa kembali ke Auckland.
Keterangan penumpang penerbangan itu, Brock Fenwick, pilot sempat membuang sejumlah bahan bakar. Asap hitam terlihat keluar dari sayap pesawat.
"Bayangkan semacam asap hitam, seperti di film pesawat jatuh, jejak asap keluar dari sayap," kata Fenwick seperti dikutip dari New Zealand Herald.
Baca Juga : Gedung Server dan Data Unud Terbakar Diduga Disebabkan Korsleting Listrik
Pejabat Air New Zealand, Kapten David Morgan, mengatakan kejadian itu menimpa penerbangan NZ81 yang memakai Boeing 787-9 Dreamliner. Pesawat itu berangkat dari Auckland menuju Hong Kong pada Kamis (4/7/2024).
"Pesawat membutuhkan fungsi anti-es dari dalam mesin yang akan diperiksa oleh tim pemeliharaan kami. Dan itu dilakukan di Auckland dibanding di Hong Kong agar pesawat itu bisa kembali beroperasi lebih cepat," ucap Morgan.
"Ini tak menimbulkan risiko keselamatan bagi penumpang dalam pesawat. Pelanggan kami akan menggunakan akomodasi yang tersedia dan kami ucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian mereka," sambung dia.
Baca Juga : Jalan Ambles di Tengaran, Rumah Warga Terisolasi, 229 Jiwa Terancam Krisis Air Bersih
Sementara itu, seorang juru bicara Air New Zealand menyebut pesawat harus membuang bahan bakar agar lebih ringan dan bisa mendarat selamat di Auckland.
Insiden ini terjadi dua hari setelah penerbangan Air New Zealand NZ289 dari Auckland menuju Shanghai juga mengalami masalah mesin. Kejadian itu membuat pesawat kembali Auckland.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Polsek Medan Labuhan Selidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Sandal Milik PT Garuda Mas Perkasa
