Nusantaraterkini.co, BATUBARA – Pelabuhan di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, sekarang bukan cuma tempat kapal nelayan saja. Di pinggir dermaga ini, sudah ada tempat nongkrong asyik yang ramai didatangi warga untuk bersantai sore hari sambil menikmati angin laut, Kamis (14/5/2026).
Tempat ini punya gaya yang unik dan berbeda dari kedai kopi biasanya, pengelola menyediakan banyak kursi lipat hitam yang biasa dipakai orang kemping. Kursi-kursi ini ditata rapi di area lantai pelabuhan yang luas, ditemani meja kayu kecil yang simpel.
Dapur tempat memesan makanan juga terlihat modern dengan bentuk gerobak kontainer warna hitam. Posisinya pas di depan bangunan putih besar pelabuhan, jadi sangat mudah ditemukan. Kalau malam sudah tiba, lampu-lampu yang digantung di gerobak akan menyala dan membuat suasana jadi makin nyaman dan indah.
Baca Juga : Mengintip Geliat Kecepe di Tanjung Tiram, 'Emas Merah' yang Jadi Penopang Ekonomi Nelayan
Teguh, salah satu pengelola, mengatakan bahwa mereka sengaja memilih lokasi ini karena pemandangannya.
"Kami ingin warga Tanjung Tiram punya tempat duduk-duduk yang enak. Di sini pengunjung bisa langsung merasakan angin laut dan melihat kapal lewat tanpa ada penghalang tembok," jelas Teguh.
Meskipun tempatnya keren, harga makanan dan minumannya sangat ramah di kantong masyarakat, terutama anak sekolah dan pekerja. Bima, yang juga mengelola tempat ini, mengatakan kalau mie instan dan aneka gorengan menjadi makanan favorit pengunjung.
Baca Juga : Polairud Tanjung Tiram Evakuasi 64 Orang Penumpang Kapal Mati Mesin di Pulau Salah Namo, Seluruhnya Selamat
"Untuk minuman biasanya di banderol dari mulai harga Rp. 12.000,- sampai Rp15.000,- per gelas. Penjualan Dalam sehari, bisa 75 sampai 90 gelas. Kalau sedang malam minggu, penjualannya bisa lebih banyak lagi" ungkap Bima.
"Untuk teman ngobrol, biasanya pengunjung memesan mie instan atau aneka gorengan seperti kentang goreng. Dan untuk harga mulai dari Rp10.000,- per porsi dengan penjualan Rata-rata dalam sehari ada 40 sampai 50 porsi makanan yang habis dipesan" tambah Bima.
Bima juga menyarankan pengunjung untuk datang sekitar jam setengah lima sore.
"Biasanya paling ramai itu pas matahari mau terbenam. Orang-orang suka duduk di kursi lipat ini sambil melihat senja di dermaga. Kami jaga harga supaya tetap murah agar semua orang bisa sering-sering datang ke sini," jelas Bima.
Dengan adanya tempat ini, warga di Kecamatan Tanjung Tiram sekarang punya pilihan baru untuk sekadar duduk ngobrol dan menikmati suasana pesisir tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal.
(cw5/nusantaraterkini.co).
