Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Muara Enim menjadi daerah yang paling banyak mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari total 63 kejadian di 11 wilayah Sumatera Selatan sepanjang periode 1 Januari hingga 26 Mei 2026.
"Di PALI ada 21 kejadian karhutla dan di Muara Enim 12 kejadian. Dua daerah ini terdata paling banyak terjadi karhutla terhitung sejak Januari-26 Mei 2026," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Minggu (31/5/2026).
Sudirman menyebut jika titik karhutla di PALI tersebar di Kecamatan Abab dan Penukal masing-masing 6 kejadian, Talang Ubi 5 kejadian, Tanah Abang 3 kejadian, dan Penukal Utara 1 kejadian.
Baca Juga : Wabup PALI Berinisial IT Diamankan Kejati Terkait Suap Fee Proyek
Sementara di Muara Enim, sebaran tertinggi berada di Lembak dan Gelumbang masing-masing 3 kejadian, Kelekar dan Rambang Niru masing-masing 2 kejadian, serta Lubai dan Rambang masing-masing 1 kejadian.
Untuk 9 daerah lainnya meliputi Palembang dengan 6 kejadian, Ogan Ilir dan Muratara masing-masing 5 kejadian, Prabumulih 4 kejadian, Muba dan OKU masing-masing 3 kejadian, Mura 2 kejadian, serta Banyuasin dan OKI masing-masing 1 kejadian.
Guna menekan indikasi luasan yang telah membakar lebih dari ratusan hektare tersebut, saat ini tercatat sudah ada lima daerah yang menetapkan status siaga karhutla, yakni OKI, Ogan Ilir, Muba, Banyuasin, dan Muara Enim.
Baca Juga : Pemprov Sumsel Tolak Izin Jalan Umum bagi Perusahaan Tambang yang Tidak Membangun Jalur Khusus
"Selain 5 daerah itu, di tingkat provinsi kita juga sudah menaikkan status siaga dan melaksanakan apel sebagai antisipasi dan pencegahan bencana karhutla tahun ini. Kita juga sudah mendorong wilayah-wilayah rawan karhutla untuk menaikkan status siaga," terangnya.
Di sisi lain, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto mengatakan lonjakan kasus karhutla di Sumsel pada awal tahun ini juga tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 dan 2025 lalu.
"Luas karhutla pada Januari-April 2026 di Sumsel berdasarkan hasil analisa citra satelit oleh Kemenhut, BRIN dan Kementerian Lingkungan Hidup mencapai 182,54 hektare," katanya.
Baca Juga : Cipayung Plus dan Poros Pelajar Madina Desak Bupati Selesaikan Segudang Permasalahan
Ia menjelaskan dari total luasan tersebut, terdapat delapan daerah di Sumsel yang tercatat mengalami kebakaran lahan.
Luasan tertinggi berada di Musi Rawas Utara (Muratara) dengan 53,2 hektare, disusul Musi Banyuasin (Muba) 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, OKI 20 hektare, Banyuasin 9,4 hektare, dan OKU Selatan seluas 1,4 hektare.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Praktisi Hukum Sebut Keterlibatan Oknum BPK jadi Alarm Keras Integritas Internal Lembaga
