Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino ‘Godzilla’ yang mulai dirasakan di kawasan Indonesia Timur, khususnya di wilayah Nusa Tenggara dan Bali.
Menurut Usman, penurunan intensitas hujan secara drastis dalam satu bulan terakhir menjadi sinyal serius yang tidak boleh diabaikan karena berpotensi mengganggu sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
Baca Juga : Bangkit dari Banjir, Abdul Rozzaq Sulap Lahan Penuh Lumpur Menjadi Kebun Cabai Produktif
“Fenomena El Nino ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Penggunaan istilah El Nino ‘Godzilla’ menggambarkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan. Oleh karena itu, kami meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi untuk mencegah meluasnya dampak fenomena El Nino ini terutama dalam ketersediaan pangan dan air bersih,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga : Dinkes Catat Angka TBC di Sumsel Tembus 6.699 Kasus per Mei 2026, Palembang Terbanyak
Usman mengatakan, dampak El Nino mulai dirasakan masyarakat di Nusa Tenggara Timur yang merupakan daerah pemilihannya. Ia menyebut suhu udara meningkat dan cuaca terasa lebih panas dibandingkan biasanya.
“Udara di siang hari terasa jauh lebih panas dibandingkan sebelumnya. Intensitas hujan juga semakin kecil,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera diantisipasi karena ancaman terbesar El Nino adalah terganggunya sektor pertanian akibat kekeringan dan berkurangnya pasokan air irigasi. Jika tidak ditangani sejak dini, produktivitas pertanian dikhawatirkan menurun dan berdampak pada ketahanan pangan nasional.
“Pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air. Jika musim kering berlangsung lebih lama akibat El Nino, sawah-sawah berpotensi mengalami kekeringan. Ini tentu mengancam hasil panen petani dan bisa berdampak pada pasokan pangan masyarakat,” tegasnya.
Untuk mengurangi dampak kekeringan, Usman meminta pemerintah memperkuat infrastruktur air di daerah-daerah rawan terdampak. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain pembangunan sumur bor di lahan pertanian, pembangunan jaringan pipa air, hingga penambahan pompa air guna membantu distribusi air ke sawah.
“Kami meminta pemerintah turun tangan mempercepat pembangunan sumur bor di lahan pertanian dan pipa-pipa air serta menambah keberadaan pompa air untuk membantu mengalirkan air ke sawah-sawah sehingga para petani tetap bisa bertani di tengah ancaman kekeringan,” ujarnya.
Selain langkah jangka pendek, Usman juga meminta pemerintah daerah bersama kementerian terkait menyiapkan mitigasi jangka panjang, termasuk menjaga ketersediaan cadangan air dan memberikan pendampingan kepada petani agar mampu beradaptasi menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
“Jangan sampai kita terlambat mengantisipasi. Jika langkah mitigasi dilakukan sejak sekarang, dampak El Nino terhadap pertanian dan kehidupan masyarakat bisa ditekan,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
