Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pentagon Sebut Biaya 6 Hari Serangan AS ke Iran Tembus 11,3 Miliar Dolar

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2026 ini menunjukkan kepulan asap pascaledakan di Teheran, Iran. (Foto: Xinhua/Shadati)

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Sejumlah pejabat Pentagon mengatakan kepada para anggota parlemen Amerika Serikat (AS) bahwa enam hari pertama serangan militer AS terhadap Iran telah menelan biaya lebih dari 11,3 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.867) atau setara dengan 190,6 triliun rupiah, lapor The New York Times, Rabu (11/3/2026).

Laporan itu, yang mengutip pernyataan tiga orang yang familier dengan pengarahan tertutup antara Pentagon dan Kongres AS, mengatakan data tersebut, yang dianggap sebagai perkiraan awal paling komprehensif yang diterima oleh Kongres AS sejauh ini, belum mencakup banyak pengeluaran terkait lainnya, seperti penguatan perangkat keras dan personel militer sebelum serangan pertama.

Baca Juga : Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Menhan AS Copot Kepala Staf Angkatan Darat dan Dua Jenderal

Imbasnya, para anggota parlemen bipartisan memperkirakan jumlah itu akan meningkat secara signifikan seiring Pentagon terus menghitung biaya yang terakumulasi selama pekan pertama, imbuh laporan tersebut.

Baca Juga : Rusia Diduga Bocorkan Intelijen ke Iran soal Posisi Militer AS, Pentagon: Kami Tidak Khawatir

Serangan awal itu menggunakan berbagai senjata, termasuk bom luncur berpemandu dengan kemampuan presisi tinggi AGM-154, yang harganya berkisar dari 578.000 dolar AS hingga 836.000 dolar AS per unit, urai laporan itu, seraya menambahkan bahwa Angkatan Laut AS membeli kurang lebih 3.000 unit bom tersebut sekitar dua dekade yang lalu.

Menurut laporan The New York Times dan The Washington Post sebelumnya, sejumlah pejabat Pentagon menyampaikan kepada Kongres AS bahwa militer negara itu menggunakan berbagai amunisi senilai sekitar 5,6 miliar dolar AS hanya dalam dua hari pertama serangan yang dilancarkan bersama oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

Baca Juga : AS dan Iran Kembali Memanas, Saling Serang Picu Ketegangan Baru di Kawasan Teluk

(*/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain dengan Drone, IRGC Ancam Tingkatkan Serangan

Sumber: Xinhua