Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Persediaan rudal pencegat milik Israel dilaporkan mulai menipis di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Iran. Kondisi ini bahkan telah disampaikan kepada Amerika Serikat sebagai sekutu utama Tel Aviv.
Sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa Israel telah memberi tahu Washington mengenai terbatasnya stok interseptor rudal balistik yang mereka miliki. Informasi tersebut dilaporkan oleh media Semafor dan dikutip oleh Reuters, Minggu (15/3/2026).
Dalam laporan itu disebutkan bahwa Israel kini menghadapi kondisi yang disebut sebagai kekurangan kritis interseptor, terutama untuk menghadapi potensi serangan rudal balistik di tengah konflik yang terus meningkat dengan Iran.
Baca Juga : Partai Likud Konfirmasi Benjamin Netanyahu Bakal Maju di Pemilu Israel 2026
Interseptor merupakan komponen vital dalam sistem pertahanan udara Israel. Sistem ini berfungsi untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal yang mengarah ke wilayah mereka sebelum mencapai target.
Pejabat Amerika Serikat sebenarnya telah mengetahui keterbatasan kapasitas interseptor Israel sejak beberapa bulan terakhir. Meski demikian, Washington disebut masih memiliki cadangan interseptor yang cukup dan tidak mengalami kekurangan seperti yang dialami Israel.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, seiring konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang hingga kini masih terus berkembang.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
(Dra/nusantaraterkini.co).
