Nusantaraterkini.co, LANGKAT - Pesta panen di Desa Sungai Ular, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dimeriahkan dengan festival layang-layangan hias.
Festival ini bertujuan untuk mengembangkan potensi seni layang-layang, menjunjung solidaritas dan menjalin tali silaturahmi.
Ketua Panitia Pelaksana Festival Layang-layang Tingkat Sumatera Utara, Johan S mengatakan, layang-layang tetap bisa menjadi permainan favorit masyarakat ditengah serbuan permainan online lewat gadget seiring perkembangan teknologi.
Baca Juga : Warga Antusias Sambut Festival Layang-layang pada Pesta Panen di Langkat
"Festival layang-layang ini kemarin berlangsung dua hari terbuka untuk umum se-Sumatera Utara, ada berbagai kategori yang diperlombakan seperti layang-layang unik, dan juga sendaren," ujar Johan, Selasa (11/6/2024).
Layang-layang yang dilombakan dibagi dua kategori yakni layangan sendaren wajib pakai sendaren/tali pita (waw, gampangan, jangganan, babean, sawangan, hewan dan lainnya yang memakai sendaren dengan tinggi minimal 1,5 meter dan lebar bebas).
Kemudian layangan unik tidak pakai sendaren/tali pita bentuk atau motif manusia, hewan, kapal, pesawat dan benda-benda dengan tinggi, panjang dan lebar bebas.
Baca Juga : Viral di Langakat Beras Merek Shincan Diduga Dioplos, Polisi Panggil Pemilik Kilang
Peserta festival layang-layang sebanyak 87 peserta yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan dan Kabupaten Langkat.
Sedangkan itu, Camat Secanggang, Persadanta Sembiring memberikan, apresiasi atas terselenggaranya festival layang-layang, tingkat Sumatera Utara ini.
Festival layang-layang ini sudah menjadi agenda tahunan dan sudah di daftarkan di Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat.
Kepada seluruh peserta, camat berpesan dalam festival ini bukan semata-mata hanya menerbangkan layang-layang tapi teknis bermain layang layang itu juga menjadi penilaian.
"Kita berharap tahun depan sudah bisa di soundingkan dengan Dinas Pariwisata untuk menjadi agenda tahunan yang mendapat support dari Pemkab Langkat. Kemudian festival ini bukan hanya menerbangkan layang-layang tapi juga teknis dan keunikan layang-layang menjadi faktor penilaian," ujar Persadanta.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ular, Misran berjanji tahun depan festival layang-layang ini akan dibuat lebih besar dan meriah dari tahun ini, apalagi ada usulan dari peserta agar dibuat piala bergilir.
"Menjawab usulan dari peserta, maka tahun depan kita akan buat lebih meriah apalagi mendapat support dari Dinas Pariwisata, kita akan buat piala bergilir," ucap Misran.
Para pemenang festival layang-layang ini mendapatkan hadiah dari panitia pelaksana berupa uang tunai ditambah trophy. (rsy/nusantaraterkini.co)
