Nusantaraterkini.co - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait permintaan Jokowi agar sekolah tak menutup-nutupi kasus perundungan dalam lingkungan pendidikan yang terjadi.
"Jadi kami semua sejak dulu, pernyataan saya itu jelas bahwa kita harus bebas dari perundungan. Perundungan kepada siswa, juga kepada guru," ujar Unifah saat ditemui usai acara Pembukaan Kongres XXIII PGRI Tahun 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu, (2/3/2024).
Unifah menilai, hal tersebut harusnya dilontarkan kepada kementerian terkait. Lantaran, ia mengaku pihaknya hanya dapat mengimbau secara moral.
Baca Juga : Sinergi Teknologi dan Hati: Pesan Rico Waas pada Momentum 80 Tahun PGRI Medan
"Ya, ini sebaiknya ngomongnya sama kementerian lah. Kalau kita kan bisanya mengimbau secara moral. Betul, kan ya? Jadi kepada direktorat terkait, bagaimana ada mekanisme supaya lebih terbuka," kata Unifah.
Unifah menegaskan pihaknya pun mengharapkan sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi semua pihak. Sebab, katanya, hal itu merupakan syarat terjadinya proses pembelajaran yang baik.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi sempat mengutarakan kekhawatirannya atas kasus bullying yang terjadi akhir-akhir ini. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Baca Juga : Prabowo Rehabilitasi Dua Guru SMA Luwu Utara, Komisi II Harap Kepala Daerah Tak Asal Pecat Guru Seenaknya
Jokowi juga berharap kepada pihak guru menjadi ujung tombak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman.
Jokowi mengimbau untuk mengutamakan pencegahan, serta mengutamakan hak-hak anak, terutama korban. Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar sekolah tidak menutupi kasus perundungan atau bullying yang terjadi.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: CNNIndonesia.com
Baca Juga : Jokowi Ikut Bersorak Saat Laga Indonesia vs Vietnam di Stadion Utama Sumut
