Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PLN Pulihkan Listrik Sumatra, 3.192 MW Kembali Mengalir Pasca Gangguan Transmisi Jambi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5/2026). (Foto: dok PLN)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — PT PLN (Persero) berhasil menyalurkan kembali lebih dari 3.192 Megawatt (MW) pasokan listrik dari total 5.334 MW yang terdampak, pascagangguan jaringan transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi hingga, Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB.

Pemulihan daya ini berhasil memulihkan aliran listrik bagi 8.351.670 pelanggan di Sumatra setelah cuaca buruk memicu gangguan sistem interkoneksi sejak, Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB.

Baca Juga : PLN Disorot soal Krisis Listrik: Tak Bangun Pembangkit Baru Selama 5 Tahun

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya.

Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan MoU Pasang Baru dan Perubahan Daya dengan Total Kapasitas 2,77 MVA

Darmawan menjelaskan, jaringan transmisi yang terganggu, sebenarnya berhasil dinormalisasi petugas dalam waktu sekitar dua jam sejak awal kejadian.

Setelah transmisi pulih, fokus utama PLN beralih pada pengoperasian ulang pembangkit-pembangkit terdampak secara sistematis untuk diselaraskan kembali dengan sistem transmisi kelistrikan yang telah siap.

Baca Juga : PLN Unit Sumsel Jambi dan Bengkulu Sebut Listrik Padam karena Cuaca Ekstrem

“Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem,” jelasnya.

Baca Juga : Sumatera Gelap Gulita, Listrik Padam Mendadak Secara Massal

Menurutnya, pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat pemulihan awal di lapangan.

Namun, untuk jenis pembangkit thermal seperti PLTU, tim teknis membutuhkan waktu penanganan yang lebih lama antara 15 hingga 20 jam mulai dari proses start-up, sinkron, hingga dapat beroperasi penuh.

“Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal. Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” katanya.

Untuk mendukung percepatan arus tersebut, PLN menerjunkan ratusan personel yang bersiaga 24 jam penuh di seluruh wilayah terdampak, mulai dari Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh.

Berdasarkan data operasional terupdate, kerja keras tim di lapangan kini telah berhasil mengoperasikan kembali 157 gardu induk dari total 176 gardu induk yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman sistem.

“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,” imbuhnya.

PLN juga terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, serta seluruh pemangku kepentingan agar proses penormalan berjalan lancar dengan tetap menjaga keandalan sistem.

Manajemen berkomitmen mempercepat penuntasan sisa pasokan daya kelistrikan, agar seluruh masyarakat Sumatra dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,” ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)