Prabowo: Para Pemimpin Bersatu, Indonesia Siap Hadapi Tantangan Besar
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto mengatakan, kearifan para pemimpin di Indonesia menjadi salah satu kunci penting yang mampu membawa negeri ini melewati berbagai tantangan, krisis, serta ancaman.
Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional
Hal tersebut ditegaskan oleh Prabowo saat menghadiri acara “Nuzulul Qur’an dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Partai Golkar” di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (29/3/2024).
Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
“Kita perlu ingat terus bahwa kita merupakan negara yang besar. Negara yang memiliki begitu banyak perbedaan dan kemajemukan. Banyak suku, agama, bahasa. Tetapi, kita berhasil bersatu dan melalui tantangan-tantangan yang sangat besar. Kita menghadapi krisis bersama dan kita mampu menghadapi krisis tersebut,” katanya.
“Sejak kita proklamasikan kemerdekaan, kita melaksanakan perang kemerdekaan yang sangat berat dan seterusnya tidak luput dari begitu banyak tantangan, ancaman. Tapi, kita berhasil. Dan kunci keberhasilan itu adalah kearifan, wisdom para pemimpin, wisdom para elite,” sambung dia.
Baca Juga : Direktur Geopolitik GREAT Institute, DR. Teguh Santosa Sebut Pidato Prabowo Terbaik di Sidang Majelis PBB
Prabowo juga menyinggung bagaimana bangsa Indonesia telah memilih demokrasi sebagai sistem politik yang dianut. Indonesia bahkan tercatat sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia saat ini.
Baca Juga : Ketua MPR: Setiap Pemimpin Harus Punya Tekad Mempertahankan Pancasila
Salah satu wujud pelaksanaan demokrasi di negeri ini adalah pemilihan umum (pemilu). Menurut Prabowo, pemilu dan sistem demokrasi di Indonesia telah menyita perhatian dunia internasional. Meskipun dirinya mengakui pelaksanaan sistem demokrasi memang tidak mudah dan tidak sederhana.
“Pemilu adalah alat demokrasi. Demokrasi adalah sistem politik yang kita pilih. Demokrasi memang tidak mudah, demokrasi itu tidak sederhana. Tetapi, dibandingkan dengan sistem politik lainnya, ternyata memang demokrasi adalah yang dikehendaki oleh rakyat kita,” jelasnya.
Baca Juga : Komisi II Dorong Revisi UU Pemilu untuk Perkuat Sistem Presidensial dan Representasi Politik
“Dan kita ternyata dihormati di dunia. Begitu banyak dunia memperhatikan kita, melihat sejarah kita, dan melihat bahwa kita sekarang diakui sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia ini,” pungkasnya.
Baca Juga : Tolak Calon Tunggal di Pilpres, Hendri Satrio: Kemunduran Demokrasi
(cw1/nusantaraterkini.co)
