Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung posisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berada di luar pemerintahan sebagai bagian penting dalam menjaga demokrasi dan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengaku tidak mempermasalahkan keberadaan partai di luar koalisi pemerintah. Menurutnya, kritik dan pengawasan dari pihak luar justru dibutuhkan agar jalannya pemerintahan tetap terkontrol.
Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional
“Kalau sebuah partai di pemerintah, alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik juga. Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi,” kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
Prabowo mengaku kerap membaca berbagai kritik terhadap pemerintah, termasuk dari anggota DPR Fraksi PDIP. Meski terkadang kritik tersebut terasa keras, ia menilai hal itu penting sebagai bentuk pengingat bagi pemerintah.
“Saya malam-malam sebelum tidur membaca kritik-kritik. Kritiknya keras banget, tapi saya sadar mungkin ada dasarnya. Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka, sebenarnya dia menyelamatkan kita,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membedakan proses proyek maupun tender berdasarkan latar belakang politik pihak tertentu, termasuk yang memiliki kedekatan dengan PDIP.
Baca Juga : Kerugian Capai Rp10,2 Miliar, Kasus Dugaan Penipuan di Padangsidimpuan Diadukan ke DPP PDI-P dan DPR RI
Ia mengungkapkan, sejumlah menteri sempat mempertanyakan proyek yang disebut memiliki kaitan dengan PDIP. Namun, Prabowo meminta agar penilaian tetap dilakukan secara profesional.
“Kalau dia menang, dia menang saja. Jangan kita lihat latar belakangnya. Kalau dia benar, dia menang dengan benar, harus kita berikan,” tegasnya.
Baca Juga : Tolak Calon Tunggal di Pilpres, Hendri Satrio: Kemunduran Demokrasi
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan pengalamannya saat masih berada di luar pemerintahan. Ia menyebut pernah mendapat dukungan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait proyek yang dimenanginya agar tidak diganggu karena prosesnya dinilai benar.
Baca Juga : Eka Widodo: Putusan MK Soal Kuota Caleg Perempuan Perkuat Demokrasi
“Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang Presiden, tidak boleh kita lihat latar belakang politik. Kalau dia benar dan menang dengan benar, harus diberikan,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
