Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Praktisi Kesehatan: Standarisasi Vape Perlu untuk Kurangi Penyalahgunaan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi Vape. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Praktisi Kesehatan Tri Budhi mengungkapkan, pengguna rokok elektronik atau vape di Indonesia telah begitu kian meningkat.

Untuk itu menurutnya, standardisasi pada produk vape dinilai perlu untuk melindungi para pengguna.

Baca Juga : Studi Terbaru di Australia: Vape Dapat Hantarkan Logam Beracun ke Paru-paru

Disebutkan, Tri Budhi, belakangan ini muncul kabar potensi pencemaran logam bagi pengguna vape/rokok elektrik. Karena, hal tersebut akan timbul jika pemanasan melebihi suhu tertentu pada coil dari vape.

Baca Juga : Komisi III DPR RI Kaji Usulan Pelarangan Rokok Elektrik

"Device vape saat ini sudah mayoritas regulated mod device, yang berarti sistem pemanasan sudah terkontrol chipset di dalam device-nya. Sehingga suhu kritis pemanasan logam coil bisa lebih terkendali," ujarnya, Sabtu (8/6/2024).

Namun, ia menilai hal itu kecil kemungkinan terjadi bila pengguna memahami dengan baik pengaturan perangkat (device) dan cara mengaturnya.

Baca Juga : Tekan Prevalensi Perokok Pemula, Kemenkes Bakal Seragamkan Kemasan Rokok dan Vape

Disebutkan, Public Health England rutin melakukan penelitian setiap tahun dan menyatakan bahwa rokok elektrik memiliki risiko yang jauh lebih rendah ketimbang rokok konvensional.

Baca Juga : Kodim 1710/Mimika Bekali Prajurit dan Persit Pengetahuan Deteksi Dini Kanker dan Tumor

Untuk itu menurutnya, upaya untuk melakukan standardisasi device perlu dilakukan agar semua device yang beredar di pasaran terkontrol dan tepat sasaran.

"Standardisasi produk bisa membantu mengurangi penyalahgunaan dan bahkan bisa menjadi jalan untuk edukasi penggunaan vape kepada penggunanya," tuturnya.

Baca Juga : Dukung Piala AFF U19 di Sumut, RS Adam Malik Siagakan Tim Medis dan jadi Rujukan Utama

(cw1/nusantaraterkini.co)