Nusantaraterkini.co, MEDAN - Proyek drainase yang sedang berlangsung di kawasan Jalan Sunggal menyebabkan kerusakan parah pada jalan raya, dengan kondisi berlumpur dan genangan air yang menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama saat hujan.
Berdasarkan pantauan Reporter Nusantaraterkini.co, pada Minggu Siang (24/11/2024), galian tanah dan sisa-sisa beton dari proyek drainase tampak berserakan di sepanjang jalan, khususnya di simpang Jalan Tahi Bonar Simatupang Medan Sunggal. Pengguna jalan pun terpaksa mengurangi kecepatan saat melintas karena kondisi jalan yang berlumpur.
Kondisi ini memicu keluhan dari warga setempat. Salah satunya Zul, seorang warga yang mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi jalan yang sudah lama rusak.
Baca Juga : Wakil Bupati PALI Janjikan Proyek Rp10 Miliar Saat Masih Calon
"Jalan ini sudah lama rusak, kalau hujan jadi berlumpur. Kenapa ini dibiarkan?," ujarnya.
Proyek drainase tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko Medan untuk mengatasi masalah banjir. Meskipun tujuannya baik untuk mencegah banjir, dampak yang ditimbulkan bagi pengguna jalan dan warga sekitar cukup meresahkan.
Galian tanah yang digunakan untuk memperlebar dan memperdalam saluran drainase menyebabkan jalanan semakin rusak, bahkan aspal di beberapa bagian berlubang seperti kubangan saat hujan.
Pedagang dan penarik becak di sekitar kawasan tersebut juga mengeluhkan berkurangnya pendapatan mereka. Menurut mereka, pembeli dan pelanggan semakin jarang datang karena kesulitan melintas di area yang berlumpur.
Anita seorang pedagang di pasar sekitar jalan itu.
"Saya biasanya dapat banyak pembeli, tapi sekarang mereka enggan datang karena jalanan sulit dilalui. Pendapatan saya berkurang drastis," ucapnya
Masyarakat berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini agar aktivitas warga dan perekonomian sekitar tidak terganggu lebih lama.
"Harapan kami, proyek drainase ini segera diselesaikan dan jalan diperbaiki, karena kondisi seperti ini sangat menyulitkan," pungkasnya.
(cw9/nusantaraterkini.co)
