Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Retreat KTT APEC di San Francisco, Presiden Jokowi Kritisi Kekejaman di Gaza

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Nanda Prayoga
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Joko Widodo pada Retreat KTT APEC di San Fransisco, Amerika Serikat, Jumat (17/11/2023). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Retreat KTT APEC di San Francisco, Presiden Jokowi Kritisi Kekejaman di Gaza

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritisi kondisi yang terjadi dialami masyarakat di Gaza, Palestina pada Retreat KTT APEC di San Fransisco, Amerika Serikat, Jumat (17/11/2023).

Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai

"Sebelum kita memulai topik kita tentang pembangunan inklusif, mari kita sejenak memikirkan tentang masyarakat di Gaza. Jangankan pembangunan, saat ini hak hidup mereka pun tidak dihormati," tegas Jokowi, dikutip nusantaraterkini.co pada website BPMI Sekretariat Presiden, Sabtu (18/11/2023).

Baca Juga : Transisi Kepemimpinan, Prabowo Minta Calon Wamen Tancap Gas Kerja Maksimal

Sebelumnya, Jokowi juga telah menyampaikan secara langsung kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menghentikan kekejaman di Palestina.

"Indonesia mengimbau Amerika untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekejaman di Gaza. 'Api' ini adalah suatu keharusan demi kemanusiaan," kata Jokowi kepada Joe Biden, dikutip nusantaraterkini.co dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, (14/11/2023).

Baca Juga : PSI Disarankan Perjelas Posisi Jokowi di Struktur Partai

Namun, Joe Biden sama sekali tak terlihat membalas pernyataan yang diutarakan Presiden Jokowi. Bahkan, ia terlihat kaget.

Baca Juga : Yuddy Chrisnandi Tekankan Pentingnya Kesamaan Visi Menteri dengan Presiden untuk Perkuat Kinerja Pemerintahan

Pada Retreat KTT APEC, Jokowi juga membahas mengenai pembangunan inklusif, ia mengatakan Kawasan Asia Pasifik mempunyai potensi yang besar.

"Kawasan Asia Pasifik memiliki potensi besar, 62 persen PDB global dan 48 persen perdagangan dunia berasal dari APEC, dan di tengah situasi dunia tidak menentu, APEC perlu prioritaskan realisasi peluang dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tangguh yang dapat dicapai bersama,” terangnya.

Demi merealisasikan hal itu, Jokowi mengakui diperlukannya semangat kolaborasi antara anggota APEC. Hal ini juga berguna untuk mewujudkan visi APEC 2040.

(mr6/Nusantaraterkini.co)