Nusantaraterkini.co, BANDA ACEH-Pertemuan strategis para pemimpin daerah kembali digelar dalam Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2026 yang berlangsung di Banda Aceh, Minggu (19/4/2026).
Dalam pembukaan forum tersebut, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang bertindak sebagai Ketua Komwil I sekaligus Wali Kota Medan, menggarisbawahi bahwa kemandirian fiskal dan kerja sama antarwilayah merupakan fondasi utama bagi kota-kota di Indonesia untuk tumbuh lebih solid. Ia memandang pertemuan ini sebagai momentum krusial untuk mentransformasi tata kelola perkotaan menjadi lebih adaptif dan tahan banting terhadap berbagai krisis.
Baca Juga : Kuliner Halal Aman dan Sehat Kembali Hadir di Mesjid Raya Hingga 16 Juni
"Agenda yang mempertemukan perwakilan dari 24 pemerintah kota ini bukan sekadar pertemuan rutin tahunan, melainkan wadah produktif untuk merumuskan solusi atas tantangan urban yang kian dinamis," ujar Rico Waas.
Baca Juga : Kelas Digital di Medan Jadikan Pembelajaran Lebih Interaktif dan Modern
Rico menekankan bahwa kebijakan ekonomi daerah yang diputuskan saat ini akan menjadi penentu stabilitas pembangunan di masa depan. Ia mendorong para kepala daerah untuk lebih jeli dalam mengelola anggaran agar mampu memberikan dampak nyata dalam jangka panjang serta memiliki kesiapan penuh saat menghadapi situasi darurat.
"Kita harus menetapkan diri menjadi kota-kota yang tangguh untuk mendukung Indonesia yang kuat. Strategi fiskal yang tepat sangat krusial, karena dampaknya baru terasa dua hingga tiga tahun ke depan," tegas Rico Waas.
Baca Juga : Rico Waas: Medan Tumbuh Menjadi Kota Metropolitan Berbasis Teknologi
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kerentanan wilayah di Sumatera terhadap bencana alam, yang menuntut pemerintah daerah memiliki ketahanan finansial serta sistem respon cepat yang teruji. Selain masalah anggaran, semangat keterbukaan antar-pemerintah kota menjadi poin penting yang disoroti.
Baca Juga : Delapan Pemda di Sumut Sepakat Bantu Dana Penanganan Dampak Bencana Aceh
Rico mengajak rekan-rekan sejawatnya untuk meninggalkan ego sektoral dan lebih proaktif dalam mengadopsi keberhasilan pembangunan dari daerah lain. Ia meyakini bahwa dengan saling berbagi pengalaman, setiap kota bisa menghemat waktu dan sumber daya dalam mencari solusi permasalahan publik, seperti yang telah diterapkan di Medan melalui penataan infrastruktur dan ruang publik.
"Kita tidak perlu malu bertanya. Justru dari situ kita bisa menemukan solusi yang mungkin belum ada di kota kita sendiri," jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga : Libur Imlek 2026, Jalan Tol Trans Sumatra Dilintasi Lebih dari 670 Ribu Kendaraan
Rico meyakini bahwa esensi dari organisasi Apeksi adalah kolaborasi nyata yang berujung pada perbaikan layanan dasar secara merata di seluruh wilayah. Terutama, kata dia, di sektor krusial seperti pendidikan berbasis digital dan jaminan kesehatan yang merata.
Baca Juga : Misi Koordinasi Banda Aceh ke Medan: Godok Kesiapan Tuan Rumah Raker Apeksi 2026
Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 22 April ini juga menjadi ajang persiapan menuju Rakernas Apeksi mendatang yang akan dipusatkan di Kota Medan. Dengan mengusung tema ketangguhan dan kolaborasi, pertemuan di Banda Aceh ini turut diisi dengan berbagai aksi nyata, mulai dari penghijauan melalui penanaman pohon hingga pemberian bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
