Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi V DPR Sofwan Dedy Ardyanto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah dalam penanganan arus mudik 2026.
Menurutnya, capaian tersebut tercermin dari hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan mudik tahun ini.
“Secara pribadi saya menyampaikan apresiasi atas kinerja penanganan mudik tahun 2026. Ini juga dibuktikan dengan survei terbaru yang dirilis salah satu lembaga survei,” ujar Sofwan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga : Anggaran Kementerian PU Dipangkas, DPR Khawatir Program Irigasi dan Air Bersih Terganggu
Ia menyebutkan, berdasarkan survei tersebut, tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 7,18 dari skala 1 sampai 10. Menurutnya, nilai tersebut setara dengan kategori “B+”.
“Mudah-mudahan di tahun 2027 nanti tingkat kepuasannya bisa di atas 80 persen,” katanya.
Sofwan mengungkapkan, sektor infrastruktur dengan tingkat kepuasan tertinggi berada pada pelayanan jalan tol. Dalam survei itu, tingkat kepuasan terhadap jalan tol meningkat hingga 91,92 persen.
Baca Juga : Sofwan Dedy: Diskon Transportasi saat Libur Sekolah Bisa Gerakkan Ekonomi dan Konsumsi
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan Komisi V DPR, khususnya melalui panja sistem pelayanan jalan tol, cukup berhasil mendorong badan usaha jalan tol meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun demikian, ia juga menyoroti adanya penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kondisi jalan non-tol, meliputi jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten.
“Kalau tahun lalu tingkat kepuasannya 82,9 persen, tahun ini turun menjadi 73,1 persen,” ujar politikus PDIP ini.
Baca Juga : Sofwan Dedy Ardyanto: Diskon Tiket dan Insentif Transportasi Bisa Pulihkan Daya Beli Masyarakat
Sofwan menilai penurunan itu perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Ia menyebut keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu faktor yang berdampak terhadap perawatan infrastruktur jalan di daerah.
“Ini bukan soal lempar tanggung jawab. Persoalan infrastruktur adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas legislator dapil Jateng VI ini.
Ia menambahkan, Komisi V DPR tidak hanya membidangi jalan nasional, tetapi seluruh sektor infrastruktur, sehingga diperlukan solusi bersama, terutama dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain jalan non-tol, Sofwan juga menyoroti penurunan kepuasan masyarakat terhadap pengelolaan rest area di jalan tol. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah rest area Kilometer 57 Cikampek yang dinilai masih memerlukan pembenahan.
Di sisi lain, Sofwan mengapresiasi peningkatan kinerja Korps Lalu Lintas Polri selama masa mudik 2026 yang juga mendapat penilaian positif dari masyarakat berdasarkan survei tersebut.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah terus menyempurnakan pengelolaan arus mudik pada tahun-tahun mendatang, termasuk memperkuat program transportasi publik seperti mudik gratis sepeda motor menggunakan kereta api atau motis.
“Yang sudah baik, misalnya di kereta api dan program motis, tentu perlu terus ditingkatkan,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
