Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sofwan Dedy Ardyanto: Diskon Tiket dan Insentif Transportasi Bisa Pulihkan Daya Beli Masyarakat

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi langkah pemerintah yang merilis paket stimulus ekonomi di sektor transportasi publik, Kamis (28/5/2026).(foto: istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA—Anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi langkah pemerintah yang merilis paket stimulus ekonomi di sektor transportasi publik. Kebijakan tersebut dinilai dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi kelas menengah di tengah perlambatan ekonomi.

Menurut Sofwan, stimulus di sektor transportasi akan memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pada momentum libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru) 2026.

Baca Juga : Sofwan Dedy: Diskon Transportasi saat Libur Sekolah Bisa Gerakkan Ekonomi dan Konsumsi

“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” ujar Sofwan, Kamis (28/5/2026)

Baca Juga : Anggota DPR Minta Pemerintah Sinkronkan Kebijakan KDMP dan BUMDes

Ia menjelaskan, kebijakan stimulus tersebut mencakup sejumlah insentif, di antaranya diskon tarif tiket kereta api hingga 30 persen dan diskon tarif kapal Pelni selama musim libur sekolah dan Nataru 2026.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket penerbangan kelas ekonomi rute domestik pada periode yang sama. 

Baca Juga : Komisi V Desak Evaluasi Menyeluruh Perlintasan Sebidang Kereta Api

Tidak hanya itu, terdapat pula kebijakan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan untuk penyeberangan yang dilayani PT ASDP Indonesia Ferry, serta diskon airport tax PJP2U dan PJP4U masing-masing sebesar 50 persen.

Baca Juga : Gangguan GPS Berulang, Komisi V DPR Desak Evaluasi Sistem Navigasi Udara Nasional

Sofwan menilai momentum pemberlakuan stimulus saat musim liburan merupakan langkah tepat. Sebab, pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

“Apalagi ini diberlakukan saat musim liburan, ketika secara psikologis naluri konsumtif masyarakat sedang tinggi,” kata Legislator dapil Jateng VI ini.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Rp12,83 Triliun untuk Stimulus Transportasi dan Ketahanan Pangan Jelang Lebaran

Ia juga menyebut, berdasarkan informasi yang diperolehnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu menggerakkan jutaan masyarakat kelas menengah untuk melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas belanja konsumsi.

Baca Juga : Stimulus Lebaran 2026: Pemerintah Kucurkan Rp12,8 Triliun demi Dongkrak Konsumsi Domestik ​

“Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sofwan menegaskan, ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas konsumsi masyarakat kelas menengah. Karena itu, stimulus transportasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Diskon dan insentif di sektor transportasi ini menurut saya merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas anggota Baleg DPR ini. 

(LS/Nusantaraterkini.co)