Survei Voxpopuli: Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi Sangat Tinggi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Survei yang dilakukan Voxpopuli Research Center menampilkan tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi yang sangat tinggi.
Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai
Jumlahnya, mencapai 82,3 persen atau mengalami tren kenaikan yang berlangsung sejak awal tahun.
Baca Juga : Transisi Kepemimpinan, Prabowo Minta Calon Wamen Tancap Gas Kerja Maksimal
"Publik menginginkan keberlanjutan pasca-Pilpres 2024 seiring masih tingginya tingkat kepuasan terhadap Jokowi yang mencapai 82,3 persen," ungkap Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Selain itu, 7,5 persen merasa sangat puas, 15,7 persen menyatakan tidak puas, 0,8 persen menyatakan tidak puas sama sekali dan hanya 2 persen menyatakan tidak menjawab.
Baca Juga : PSI Disarankan Perjelas Posisi Jokowi di Struktur Partai
Tingginya tingkat kepuasan publik memperkuat pengaruh Jokowi dalam menentukan konstelasi Pilpres. Semua capres yang berkontestasi harus memperhitungkan faktor Jokowi untuk turut mencicipi kue elektoral.
Sebelumnya, peneliti senior Voxpopuli Research Center Prijo Wasono mengatakan, kedua kubu capres-cawapres Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud sama-sama mengklaim berada di kubu yang akan melanjutkan program Jokowi.
"Baik Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo menjadi pendukung kuat dilanjutkannya program-program Jokowi," kata Prijo.
Baca Juga : Survei Voxpopuli: Prabowo-Gibran Berpeluang Menang Satu Putaran
Selain itu, tingginya elektabilitas seorang Prabowo menunjukan bahwa bekas rival Jokowi dalam dua Pilpres sebelumnya itu paling banyak mendapat efek electoral dari Presiden Jokowi.
Hal ini juga dipertunjukan dengan dukungan partai-partai pemerintah seperti Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang lebih memilih mendukung Prabowo-Gibran.
Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 9-15 November 2023, yang ditujukan pada 1.200 responden dan dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) ke seluruh provinsi di Indonesia.
(mr6/nusantaraterkini.co)
