Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tabagsel Anak Tiri dalam Pembangunan Sumatera Utara

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Umum BADKO HMI Sumatera Utara (Sumut) Anwar Fahmi Siregar. (Foto: dok Ist)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) saat ini masih tertinggal dari segi infrastruktur. Di Tabagsel banyak ditemukan jalan rusak di banding daerah lain. Misalnya jalan Sipiongot ke Sipirok yang sudah puluhan tahun tidak dibangun.

"Tentu ini sangat menyengsarakan masyarakat. Walaupun kemarin sudah ada masalah KPK. Tapi jangan sampai pembangunan jalan Sipiongot gagal," kata Sekretaris Umum BADKO HMI Sumatera Utara (Sumut) Anwar Fahmi Siregar dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).

Begitu juga Jalan Aek Godang ke Sibuhuan, jelasnya, juga sudah puluhan tahun tidak dibangun.

"Daerah di sana sangat tertinggal, dari perekonomian, pendidikan dan kesehatan," sebutnya.

Baca Juga: Hutama Karya Pertahankan Status BUMN Infrastruktur Terbaik di Fortune 500 Southeast Asia 2025

Jalan baru by pass di Padangsidimpuan, katanya, kini juga sudah sangat rusak parah. Padahal jalan by pass di Balige dan Parapat sangat bagus dan mulus.

"Kenapa jalan by pass di Padangsidimpuan rusak parah?. Ini menghambat aktivitas ekonomi masyarakat dan membahayakan pengemudi," jelasnya.

"Belum lagi jalan Padangsidimpuan macet karena truk jatuh. Volume kendaraan sangat tinggi sering lewat truk muatan 30 ton ke atas. Kalau sudah lewat truk itu terjadi antrian panjang," bebernya 

Sementara dari segi kesehatan sudah puluhan tahun masyarakat Tabagsel tidak punya rumah sakit rujukan tingkat nasional. Sehingga kalau perlu pengobatan lanjutan harus dirujuk ke Medan atau ke Bukittinggi yang jaraknya sangat jauh.

"Bagi yang sehat saja akan kelelahan kalau dirujuk apalagi yang sakit. Banyak sudah yang wafat diperjalanan selama perjalanan ke rumah sakit rujukan provinsi," timpalnya.

Kejadian ini, terangnya, sudah puluhan tahun terjadi. Fahmi mengaku sangat prihatin, apakah ini kondisi ini akan terus menerus dibiarkan.

Karena itu, tegasnya, harus ada perhatian dari pemerintah provinsi dan nasional. Dia berharap Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam turun tangan menjawab persoalan ini.

Baca Juga: PDIP Medan Soroti Kesenjangan Infrastruktur dan Kinerja Perusahaan Umum Daerah

"Ada 1 juta orang di Tabagsel ini, sehingga seharusnya sudah sangat layak ada rumah sakit rujukan kelas nasional agar tidak perlu lagi ke Medan atau ke Bukittinggi, kalau mau berobat," harapnya.

Dari segi pendidikan, saat ini tidak ada lagi sekolah kelas nasional di Tabagsel. Padahal sejak zaman Belanda Tabagsel merupakan gudang penghasil tokoh kelas nasional.

"Sejak zaman Williem Iskandar tahun 1800an sampai zaman Pak Bobby Nasution tidak ada, tentu perlu ada sekolah dari tingkat dasar, menengah dan tinggi yang kelas nasional di Tabagsel," ucapnya.

Menurutnya, tidak adanya sekolah ini, sering kali membuat orang Tabagsel merantau untuk sekolah dan tidak kembali lagi. Kondisi ini pun membuat daerah ini tetap tertinggal sampai sekarang.

Baca Juga: Negara tak Bisa Sendiri Bangun Infrastruktur, Sudjatmiko: Perlu Sinergi BUMN dengan Swasta

Fahmi menambahkan, perguruan tinggi negeri juga diperlukan di sini untuk mengakselerasi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, sudah tidak ada waktu lagi dan harus segera dibangun SMA seperti Taruna Nusantara dan Perguruan Tinggi Negeri di Tabagsel.

"Sekolah rakyat sesuai visi asta cita Presiden Prabowo saya dengar sudah ada disini, harus kita dukung," katanya.

Karena itu, Fahmi berharap persoalan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan harus segera dijawab oleh pemerintah. Kolaborasi yamg baik antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi wajib dilakukan segera, demi menjawab tantangan zaman.

"Kalau kita tidak segera berbenah Tabagsel akan dimakan sejarah dan jadi anak tiri selamanya," pungkasnya.

(*/Nusantaraterkini.co)