Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tanggapi Lagu Viral Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Menghibur, Bukan Body Shaming

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (foto: rmol)

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akhirnya angkat bicara mengenai fenomena lagu bertajuk “MBG, Mas Bahlil Ganteng” yang tengah viral di berbagai platform media sosial belakangan ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menilai bahwa kemunculan lagu tersebut murni merupakan bentuk kreativitas para netizen dalam mengapresiasi kinerja keras Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

​Sarmuji membeberkan bahwa dirinya menerima banyak pertanyaan dari awak media yang mencoba mengaitkan lirik lagu tersebut dengan tudingan perundungan fisik (body shaming) atau sarkasme. Namun, ia secara tegas menepis anggapan negatif tersebut. 

Baca Juga : Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik, Nonsubsidi Menyesuaikan Harga Pasar

“Lagunya sendiri cukup cute dan menghibur,” ungkap Sarmuji dalam keterangan resminya, seperti dilansir RMOL, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga : Usai Bertemu Dasco, Bahlil Pastikan Ekspor SDA dan Hilirisasi Berjalan Normal

Sebagai sosok yang mendalami sastra dan budaya Jawa, Sarmuji menjelaskan bahwa ia memiliki kepekaan tersendiri terhadap pola sindiran halus atau sanepan, sebuah ungkapan yang menggunakan makna kebalikan dari arti kamus. Ia menjamin bahwa radar senstivitasnya tidak menangkap adanya indikasi pelecehan maupun penghinaan dalam lagu tersebut.

“Mas Bahlil Ganteng bagi saya bukan body shaming dan bukan sarkastis," cetus Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

Baca Juga : Mempertahankan Hegemoni Beringin: H Obon Diprediksi Jadi Figur Kuat Duduki Ketua DPD Golkar di Paluta

​Lebih lanjut, Sarmuji menggarisbawahi bahwa diksi “ganteng” yang disematkan dalam lagu tersebut tidak melulu harus ditarik ke dalam koridor fisik atau visual semata. Dalam konteks rekam jejak kepemimpinan, istilah tersebut dirasa sangat relevan untuk menggambarkan performa kepemimpinan Bahlil di pemerintahan maupun di internal partai berlambang pohon beringin tersebut. 

Baca Juga : Kritik DPR Dinilai Lemah, Firman Soebagyo: Pengawasan Harus Demi Kepentingan Rakyat

"Bagi saya kerja-kerja Pak Bahlil selama ini bisa diwakilkan dengan kata keren, cakep, bagus atau semisalnya," pungkas Sarmuji.

(Emn/Nusantaraterkini.co)