Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tangis Haru WBP Rutan Perempuan Medan Pecah saat Muhasabah Bersama Habib Ahmad Al Habsyi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
WBP Rutan Perempuan Kelas IIA Medan mengikui Safari Ramadan bersama Ustad Habib Ahmad Al Habsyi, Selasa (24/2/2026). (Foto: Muhammad Alfi/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Perempuan Kelas IIA Medan mengikuti kegiatan Safari Ramadan, menghadirkan Ustad Habib Ahmad Al Habsyi sebagai pendakwah, Selasa (24/2/2026) siang.

Dalam kegiatan itu, warga binaan yang ada khusuk mendengarkan tausyiah yang dibawakan oleh pendakwah nasional tersebut yang sesekali dibalur dengan materi candaan.

Baca Juga : Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas Medan Timur, Rico Waas Dorong Pengaktifan Poskamling

Tidak hanya itu, disela kegiatan dakwahnya, Habib Ahmad Al Habsyi juga mengajak warga binaan untuk merenung atas segala khilaf dan kesalahan mereka dimasa lalu. 

Baca Juga : Kala Masjid dan Gereja Bertetangga Mesra, Rico Waas: Sikap Saling Menghargai Inilah Fondasi Kekuatan Kota Medan

Sehingga, hal ini pun membuat tidak sedikit warga binaan yang meneteskan air mata hingga menangis tersedu-sedu saat Habib Ahmad menuntun mereka untuk merenung dan mengajak bertaubat dalam Ramadan kali ini.

Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Medan, Rahayu Setyoreni mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Rutan Perempuan Medan dengan Komunitas Riau Mengaji dengan tujuan membekali warga binaan secara mental dan spiritual dibulan yang penuh kebaikan ini.

"Kami ingin memberi ruang kepada mereka (warga binaan) dalam memperbaiki diri selama ramadan ini. Dan ini, merupakan momentum yang baik bagi warga binaan kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kegiatan-kegiatan keagamaan ini," terangnya.

Sementara itu, diakhir kegiatan Habib Ahmad Al Habsyi mengajak para warga binaan untuk mencari keberkahan Ramadan dengan cara berwakaf Al-Qur'an yang nantinya akan dibagikan kepada santri penghafal Qur'an diseluruh Indonesia serta warga yang membutuhkan.

"Kita juga tadi melakukan waqaf Al-Qur'an yang diikuti hampir seluruh warga binaan. Dan alhamdulillah tadi terkumpul sekitar empat ratus lebih Al-Qur'an yang di waqafkan oleh warga binaan dan pegawai rutan," pungkas Karutan.

(Cw4/Nusantaratetkini.co)