Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

TNI Bantu Pertamina Atasi Kelangkaan BBM Akibat Banyak Driver Truk Tangki Yang Jadi Korban Banjir

Editor :  hendra
Reporter :  Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah prajurit TNI Kodam I/BB saat tengah melakukan persiapan pengiriman BBM milik PT Pertamina di Fuel Terminal Medan, Jalan Yosudarso, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sabtu (29/11/2025) malam. (Foto : Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)

nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebanyak 25 prajurit Kodam I/BB, diperbantukan sebagai driver truk tangki milik Pertamina guna atasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kota Medan dan wilayah lain yang ada di Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025) malam.

Banyaknya driver truk tangki milik Pertamina yang menjadi korban banjir di Medan, mengakibatkan terhambatnya pendistribusian BBM ke sejumlah SPBU yang ada sejak tiga hari terakhir.

Akibatnya, kelangkaan berbagai jenis BBM pun terjadi di hampir seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatera Utara. 

Baca Juga : Pasca-Ancaman Bom, Polda Sumut Kawal Ketat Pemberangkatan Kembali 442 Jemaah Haji dari Bandara Kualanamu

Sedangkan untuk Kota Medan sendiri, kelangkaan BBM telah terjadi sejak dua hari terakhir lantaran sejumlah SPBU tidak lagi mendapat pasokan dari pertamina.

Untuk mengatasi kelangkaan BBM tersebut, Kodam I Bukit Barisan pun menerjunkan sebanyak 25 personil yang memiliki kemampuan dalam mengendarai truk tangki. 

Hal ini, dilakukan agar pendistribusian BBM ke sejumlah SPBU dapat normal kembali dan kelangkaan tidak lagi terjadi.

Baca Juga : Aksi Kemanusiaan Pelajar SMKN 3 Sibolga Bantu Bersihkan Rumah Korban Longsor di Tukka

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Bencana Kota Medan, Kolonel Inf M Radhi Rusin mengatakan, Saat ini pihaknya masih terus berupaya membatu Pertamina dalam pendistribusian BBM guna mengatasi kelangkaan yang terjadi.

"Malam ini, ada sekitar 25 prajurit TNI yang kita turunkan untuk membantu pertamina dalam pendistribusian BBM. Dimana, salah satu penyebab terjadinya kelangkaan BBM lantaran banyak driver pertamina yang turut menjadi korban banjir. Sehingga tidak dapat bekerja seperti biasa," katanya.

Tidak hanya diperbantukan sebagai driver, sebagian personil TNI ini juga turut di perbantukan sebagai penunjuk arah jalan alternatif di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor yang hingga kini belum dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga : UKW Angkatan 75-76 Diikuti 60 Orang Peserta

"Jadi dari 25 prajurit yang kita perbantukan itu, sebagaian juga sebagai penunjuk arah jalan alternatif mana yang bisa dilalui untuk mendistribusikan BBM ini. Sebab, beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor hingga kini masih ada yang belum dapat dilalui kendaraan," ujarnya.

Sementara itu, Dadang Mulyana, Superintenden RSD Fuel Terminal Medan mengatakan, selain faktor alam dan bayaknya driver yang tidak bisa bekerja, kelangkaan BBM yang terjadi ini juga di sebabkan tidak dapat bersandarnya 2 kapal tangker milik pertamina di pelabuhan belawan.

"Selain karna kondisi alam dan banyak driver yang tidak bisa bekerja, kemarin ada dua kapal tangker kita yang tidak dapat sandar lantaran gelombag tinggi di pelabuhan Belawan. Namun," jelasnya.

Baca Juga : Bobby Ajak REI Sumut Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo untuk Masyarakat

Namun untuk saat ini, 2 kapal tangker pengangkut BBM tersebut telah berhasil sandar di pelabukan Belawan. 

Sehingga, untuk pasokan cadangan BBM jenis Pertalite sendiri telah ada sekitar 32 ribu ton, dan Pertamax 8 ribu ton, serta 24 ribu ton Solar. 

"Dari jumlah tersebut, cukup untuk memenuhi kebutuhan di Sumatera Utara hingga sepuluh hari kedepan," pungkasnya.

Baca Juga : Dukung Nataru 2025/2026, Tol Sinaksak – Simpang Panei Dibuka Fungsional Gratis Mulai 16 Desember

(Cw4/Nusantaraterkini.co).