Nusantaraterkini.co, MEDAN – Pajak Melati, atau yang populer dikenal sebagai "Pamela", kini semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pakaian bekas (thrifting) utama di Kota Medan. Pasar ini terpantau selalu dipadati pengunjung, mulai dari kalangan remaja hingga orang tua, terutama saat memasuki hari pekan atau akhir pekan.
Tingginya antusiasme masyarakat dipicu oleh ketersediaan pakaian bermerek dengan harga yang sangat terjangkau. Abib, salah seorang pengunjung muda, mengaku rutin menyambangi lokasi ini bersama rekan-rekannya untuk berburu pakaian unik.
Baca Juga : Baju Impor Rp112 Miliar Dimusnahkan, 19 Ribu Balpres Dibakar
"Pilihan pakaian di sini sangat berkualitas dan menarik. Saya dan teman-teman sering berkunjung ke sini setiap akhir pekan, baik hari Sabtu maupun Minggu, untuk mencari koleksi terbaru," ujar Abib, Minggu (17/5/2026).
Baca Juga : Pemberantasan Mafia Impor Pakaian Bekas Perlu Dibarengi Perbaikan Struktur Industri
Kondisi senada dirasakan oleh para pedagang yang meraup keuntungan dari tren belanja ini. Siska, penjual di Pajak Melati, mengonfirmasi bahwa volume pengunjung mengalami peningkatan signifikan pada hari-hari tertentu.
"Aktivitas penjualan di sini cukup meningkat. Memang setiap memasuki hari pekan, suasana pasar sangat ramai oleh pembeli dari berbagai kalangan," jelas Siska.
Kehadiran Pajak Melati kini tidak sekadar menjadi tempat belanja kebutuhan sandang, namun telah bertransformasi menjadi gaya hidup bagi masyarakat Medan yang mencari alternatif busana modis dengan anggaran terbatas.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
