Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (1/3/2026) mengatakan, operasi tempur AS terus berlanjut saat ini dengan kekuatan penuh dan diprediksi akan ada lebih banyak korban dari pihak AS dalam beberapa hari ke depan.
"Operasi militer terus berlanjut saat ini dengan kekuatan penuh, dan akan terus berlangsung hingga semua tujuan kami tercapai. Kami memiliki tujuan-tujuan yang sangat kuat," ujar Trump dalam sebuah pesan video berdurasi enam menit di Truth Social, tanpa menjelaskan apa saja tujuan-tujuan tersebut.
Baca Juga : Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Penandatanganan Damai AS-Iran, Jenewa Masuk Radar Diplomasi Dunia
"Sayangnya, kemungkinan besar akan ada lebih banyak (korban) sebelum operasi ini berakhir, seperti itulah kenyataannya," tuturnya mengenai potensi bertambahnya korban dari pihak AS.
Baca Juga : AS Kembali Gempur Iran Selatan, Trump Ultimatum Tehran: Selesaikan atau Kami Hancurkan
Trump kembali menyerukan kepada para anggota Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran untuk meletakkan senjata mereka demi mendapatkan kekebalan penuh.
Sementara, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan kepada ABC News pada Minggu, tidak ada pemimpin negara mana pun yang berhak melarang Iran untuk menanggapi serangan udara masif AS-Israel yang sedang dilancarkan terhadap Iran.
Baca Juga : AS Tetapkan Darurat Kelistrikan, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Pasokan Listrik Pantai Timur
Dia mengatakan negaranya memiliki hak penuh untuk membela diri, dan pasukan Iran cukup mampu untuk membela negara kami.
Sebelumnya, AS dan Israel memulai serangan udara berskala besar terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi, yang memicu Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Trump menyebutkan kepada Fox News bahwa 48 pejabat tinggi Iran tewas dalam serangan AS-Israel atas Iran.
Pihak Iran pada Minggu mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel sehari sebelumnya.
(Xinhua/nusantaraterkini.co)
