Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tujuh Jenazah Korban Longsor Banjarnegara Ditemukan, 18 Masih Dicari

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim pencarian dan pertolongan anjing pelacak K-9 melaksanakan apel pagi sebelum melakukan operasi SAR di lokasi tanah longsor Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). (Foto: dok BNPB)

Nusantaraterkini.co, BANJARNEGARA - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menemukan tujuh korban meninggal dunia atas bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).

Atas penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 18 orang masih dalam pencarian.

Diketahui, longsor yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dan berkepanjangan, disertai keberadaan mata air besar serta retakan di area perbukitan, telah mengenai kawasan permukiman warga dan menimbulkan dampak kerusakan yang luas.

Baca Juga : Tiga Korban Longsor Cilacap Belum Ditemukan: Operasi SAR Diperpanjang, Total Korban Tewas Capai 20

Laporan situasi terkini per pukul 19.00 WIB, bencana ini juga menyebabkan 7 warga mengalami luka-luka, 48 rumah roboh atau hilang, serta 195 rumah terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai 934 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, sebanyak 700 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan berbagai unsur lainnya terus memaksimalkan operasi di tiga sektor pencarian yang dilengkapi peralatan alkon, K-9, serta dukungan alat berat.

Sebanyak 12 unit excavator dan 12 alkon dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi, termasuk penanganan kubangan air yang menghambat area longsoran.

"Dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung dapur umum di Kantor Kecamatan Pandanarum," katanya dalam keterangan.

Baca Juga : Longsor di Banjarnegara: 27 Warga Diduga Tertimbun, Dua Meninggal

Dukungan logistik dan peralatan dari berbagai sektor mulai BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, dan Baznas terus berdatangan. Dapur umum yang dioperasikan Tagana telah aktif menyediakan konsumsi bagi para pengungsi maupun petugas, sementara gudang logistik dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan distribusi bantuan.

Di saping itu, layanan kesehatan untuk warga terdampak, termasuk kelompok rentan, tetap berjalan, disertai pendampingan psikososial bagi siswa yang terdampak peristiwa ini.

Muhari menuturkan, operasi SAR masih menghadapi beberapa hambatan, terutama potensi longsor susulan akibat hujan, kubangan air di area longsoran, serta aliran mata air yang terus mengalir.

Untuk mengurangi risiko, BNPB bersama lintas instansi melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), membuat jalur pembuangan air, serta menyiapkan aliran agar air dapat mengalir langsung ke sungai.

"Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas sekaligus mempercepat proses pencarian 18 korban yang masih belum ditemukan," jelasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)