Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Longsor Terjang Banjarnegara, 660 Jiwa Mengungsi dan 3 Orang Terluka

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Peristiwa longsor melanda wilayah Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11/2025). (Foto: BPBD Kabupaten Banjarnegara)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Peristiwa tanah longsor melanda wilayah Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11/2025), pukul 16.00 WIB.

Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tebing runtuh, menimpa area perkebunan serta persawahan warga, dan mengancam pemukiman di sekitarnya.

Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, satu warga bernama Klewih, perempuan (40) ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka fraktur.

Baca Juga : Operasi Modifikasi Cuaca BNPB Dukung Percepatan Penanganan Longsor Cilacap

"Setelah dievakuasi dan diperiksa di Puskesmas, korban sadar kembali dan dalam keadaan membaik," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (16/11/2025).

Selain Klewih, terdapat 2 warga lainnya yang mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum.

"Dengan demikian, total 3 orang luka-luka akibat longsor ini," jelasnya.

Selain itu, sekitar 286 KK atau 660 jiwa telah mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum, sementara 45 jiwa masih terisolir di lokasi terdampak dan dalam proses evakuasi.

Baca Juga : Longsor Cilacap: 8 Korban Tewas Berhasil Dievakuasi, 12 Masih Dicari

Kerusakan material mencakup sekitar 30 unit rumah serta lahan persawahan dan perkebunan yang terdampak, masih dalam pendataan. Pendataan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh wilayah terdampak.

BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama unsur terkait telah mendirikan pos lapangan, dapur umum, dan tenda pengungsian di Kantor Kecamatan Pandanarum. Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi posko lapangan, ATK, laptop, printer, banner, logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, dan family kit.

Peristiwa ini berlangsung dalam periode Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir berdasarkan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/TAHUN 2025 yang berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.

BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, menjauhi area lereng serta titik rawan, dan mengikuti instruksi BPBD maupun aparat setempat. Warga terdampak diminta tetap berada di lokasi pengungsian sampai kondisi dinyatakan aman.

(zie/Nusantaraterkini.co)