Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta seluruh masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Henny Yulianti, mengatakan, langkah ini diambil guna mencegah timbulnya gejolak harga di pasar, mengingat pasokan komoditas pangan di wilayah Sumsel saat ini dipastikan melimpah dan aman.
Baca Juga : Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.650, Pengamat: Picu Gejolak Ekonomi dan Antrean Panjang
“Meskipun permintaan kebutuhan pokok mulai meningkat, kami mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying karena bahan pangan tersedia cukup,” ujar Henny, di Palembang, Senin (25/5/2026).
Baca Juga : Harga Sejumlah Bahan Pokok Bergerak Naik, Disperindag ESDM Sebut Akibat Panic Buying
Henny menjelaskan, peningkatan permintaan komoditas menjelang hari besar keagamaan merupakan kondisi yang lazim terjadi setiap tahun di tengah masyarakat. Pihaknya memastikan berbagai macam kebutuhan pokok penting seperti bawang, cabai, beras, minyak goreng dan komoditas pangan lainnya saat ini masih tersedia. Jumlahnya, kata dia, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Diimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak membeli bahan pangan secara berlebihan,” tegasnya.
Baca Juga : Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo untuk Pasaman Disembelih di Alahan Mati
Ia menjelaskan potensi kenaikan harga menjelang hari raya memang tetap ada akibat melonjaknya permintaan pasar. Selain faktor tingginya permintaan dari konsumen, stabilitas harga pangan di pasar tradisional juga sangat ditentukan oleh faktor cuaca dan kelancaran alur distribusi barang.
Baca Juga : Presiden Prabowo Salurkan 34 Ekor Sapi Kurban untuk Sumut
“Cuaca ekstrem yang memicu gagal panen biasanya akan langsung berdampak buruk pada ketersediaan pasokan. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan harga komoditas di tingkat pedagang,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, hingga kini Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan jika kondisi produksi pangan di wilayahnya masih berada dalam status aman. Begitupun dengan seluruh jalur distribusi logistik, berjalan dengan lancar ke berbagai daerah.
“Tidak ada gagal panen dan jalur distribusi juga lancar, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
