Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

78 Mahasiswa di Tapteng Kehilangan Beasiswa Tanpa Penjelasan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: dok Ist)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebanyak 78 mahasiswa asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, harus menerima kenyataan pahit.

Dikabarkan, beasiswa yang selama ini mereka terima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng mendadak dicabut tanpa penjelasan yang jelas.

Pencabutan ini membuat puluhan mahasiswa kebingungan. Bukan hanya karena keputusan itu dilakukan secara tiba-tiba, tetapi juga karena tidak ada pemberitahuan resmi yang menyertai kebijakan tersebut.

Baca Juga: Agincourt Resources Gelontorkan Rp5,97 Miliar untuk Beasiswa 569 Siswa Berprestasi 2025

Salah seorang mahasiswa terdampak, Ananda Sublistiyo mengaku mengetahui pencabutan beasiswa bukan dari pemerintah, melainkan dari teman sesama penerima bantuan. Menurutnya, informasi tersebut datang melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh pihak Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Tapteng.

“Saya tahu pencabutan ini dari teman. Dia dapat pesan WhatsApp dari Kesra. Tidak ada surat resmi, tidak ada pengumuman terbuka. Tiba-tiba nama kami tidak lagi terdaftar sebagai penerima,” katanya kepada Nusantaraterkini.co, Minggu (27/7/2025).

Ananda mengungkapkan bahwa ia telah menerima beasiswa dari Pemkab Tapteng sejak tahun 2021. Bantuan tersebut digunakan untuk membayar uang kuliah dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari selama menempuh studi di Medan.

“Selama ini beasiswa itu sangat membantu. Padahal, syarat-syarat awal penerimaannya masih kami penuhi,” ujarnya.

Baca Juga: Shalat Tahajud, Jual Roti dan Doa yang Terkabul: Ja’far Hasibuan Dapat Beasiswa dari Kapolri usai Lulus S2 Fakultas Kesehatan di USU

Hal senada diungkapkan N, mahasiswa semester enam yang juga terdampak kebijakan ini. Ia mengaku bingung dan kecewa karena tidak mendapat penjelasan, baik secara lisan maupun tertulis, mengenai alasan penghentian beasiswa.

“Kami seperti diputus sepihak. Padahal, kami tidak pernah melanggar aturan atau berubah secara kondisi ekonomi. Orangtua saya hanya petani. Saya kuliah sambil kerja paruh waktu, dan beasiswa ini sangat penting,” tutu N saat dihunungi terpisah.

Baca Juga: Komisi X Minta Pemerintah Kaji Ulang Subsidi Program Sekolah Garuda Transformasi

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Tapteng belum menanggapi upaya konfirmasi yang dilakukan Nusantaraterkini.co terkait pencabutan beasiswa terhadap 78 mahasiswa tersebut.

Pihak Bagian Kesejahteraan Rakyat yang disebut-sebut terlibat dalam proses verifikasi juga belum memberikan tanggapan saat dihubungi.

Sebelumnya, Pemkab Tapteng diketahui menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa dari keluarga kurang mampu setiap tahunnya. Program ini sempat menjadi kebanggaan daerah karena dinilai mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di kalangan pelajar Tapteng.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)