Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Airlangga: Indonesia Bukan Hanya Mewarnai, Tetapi Menentukan Arah Politik Luar Negeri

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Nanda Prayoga
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Dewan Pengarah TKN Prabowo-Gibran, Airlangga Hartarto, ketika ditemui wartawan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024). (Foto: Nanda Prayoga)

Airlangga: Indonesia Bukan Hanya Mewarnai, Tetapi Menentukan Arah Politik Luar Negeri

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Airlangga Hartarto mengatakan, jika posisi Indonesia bukan hanya duduk dan diam saja, melainkan menentukan arah politik luar negeri.

Baca Juga : Prabowo Soroti Harga SDA RI Ditentukan Asing, Pemerintah Terapkan DHE 100 Persen dan Ekspor Satu Pintu

“Pertama, saya pikir perlu diluruskan mengenai politik luar negeri kita karena kebetulan saya bertanggung jawab baik itu terhadap G20 maupun kepemimpinan di KTT ASEAN. Indonesia hadir dan Indonesia bukan hanya mewarnai, tetapi menentukan arah politik luar negeri,” katanya kepada wartawan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).

Baca Juga : Kenaikan Tiket Hingga 13 Persen Disorot, Sari Yuliati: Negara Jangan Bebani Rakyat

Pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, dijelaskannya, perang baru saja terjadi di Ukraina. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang ke Ukraina lalu Rusia dan dia dihargai.

“Bapak presiden datang ke Ukraina, bapak presiden datang ke Rusia dan kita dihargai. Bentuk penghargaan itu adalah KTT 20 sangat berhasil dan banyak kenaikan baru, baik itu di sektor ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai

Kemudian, Airlangga menceritakan KTT Asean-Jepang yang dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida dan Presiden Jokowi didapuk sebagai co-chairman.

Baca Juga : Transisi Kepemimpinan, Prabowo Minta Calon Wamen Tancap Gas Kerja Maksimal

“Jadi Indonesia hadir dan diperhitungkan. Keputusan APEC di Bangkok pasca G20 (juga) mengadopsi keputusan-keputusan yang diambil oleh Bali,” terangnya.

Sampai hari ini, terangnya, Presiden Jokowi hadir dalam pertemuan APEC di San Fransisco, Amerika Serikat. Setelah sebelumnya diundang langsung oleh Joe Biden dalam pertemuan bilateral di White House, Washington D.C.

Baca Juga : Diplomasi Parlemen: Strategi DPR RI Menjadi Jembatan Perdamaian di Tengah Gejolak Global

“Status Indonesia dinaikan jadi Comprehensive Strategic Partnership, bahkan Indonesia menandatangani Indo-Pacific Economic Framework. Kebetulan pilarnya itu saya yang tandatangani, sehingga kepemimpinan indonesia itu luar biasa. Indonesia adalah negara selatan yang dianggap leader dari global self, jadi itu yg saya ingin luruskan,” tandasnya.

Baca Juga : Gabung BRICS dan Kerjasama Pertahanan dengan Amerika, Utut Adianto: Pemerintah Harus Pastikan Bebas Aktif

(mr6/nusantaraterkini.co)