Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aksi Demo Warga di Kantor DPRD Karo Berakhir Ricuh

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ist

NUSANTARATERKINI.CO, KARO - Aksi damai warga dari tiga desa di Kecamatan Barusjahe, sempat diwarnai kericuhan.

Di mana sebelumnya, warga dari 3 desa itu menunggu proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Ketua DPRD Karo Iriani br Tarigan, dan beberapa pihak serta perwakilan masyarakat.

Alhasil, situasi tak terkendali hingga terjadi aksi saling dorong antara petugas dan warga.

Baca Juga : Bundaran HI Tak Diizinkan Jadi Lokasi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya: Epicentrum Lalu Lintas Jakarta

Informasi yang dihimpun, sebelum terjadinya kisruh masyarakat sudah mulai mencoba mendekat ke pintu masuk DPRD Karo namun masih kondusif.

Berselang beberapa saat, masyarakat yang asyik menari dengan iringan musik ini tiba-tiba terlibat aksi dorong dengan petugas keamanan dari Satpol-PP Kabupaten Karo. 

Aksi dorong terus terjadi, hingga personel Satpol-PP yang berjaga di depan pintu masuk terdorong.

Baca Juga : 2 Terduga Provokator Pembawa Molotov di Tengah Aksi Mahasiswa di Jakarta Diamankan Polisi

Karena kekuatan masyarakat yang lebih besar, personel Satpol-PP terus terdesak. 

Saat yang bersamaan, masyarakat terlihat semakin emosi dan diketahui ternyata ada salah satu warga yang diamankan oleh Satpol-PP.

Seorang pria yang diamankan ini langsung dibawa masuk ke dalam Kantor DPRD Karo. 

Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan

Karena rekannya diamankan, emosi warga semakin memuncak hingga berusaha untuk terus merangsek masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan rekannya tersebut.

Bahkan, masyarakat juga sempat menggedor-gedor kaca untuk memastikan warga tersebut aman. 

Tak lama berselang, atas tuntutan masyarakat akhirnya pria tersebut dikeluarkan dan diserahkan kembali ke masyarakat.

Baca Juga : Pelaku Kerusuhan Demo di Bandung Diduga Dibiayai Kelompok Luar Negeri

Namun, masyarakat menuding jika pria tersebut sempat mengalami pemukulan oleh oknum Satpol-PP Kabupaten Karo saat diamankan tadi. 

Hingga saat ini, masyarakat tetap bersikukuh menduduki halaman Kantor DPRD Karo untuk meminta oknum Satpol-PP yang telah melakukan pemukulan tersebut diserahkan.

Masyarakat tidak terima jika ada warga yang mendapatkan tindakan kekerasan saat aksi tadi. 

Tak lama berselang, masyarakat mendapatkan informasi dari perwakilan warga yang mengikuti jalannya RDP.

Dimana, dari hasil RDP yang berlangsung beberapa jam tersebut akhirnya permintaan masyarakat untuk dihentikannya proyek pengairan air ke Desa Tanjung Barus dihentikan sementara waktu. 

"Tadi kita sudah dengar hasil keputusan rapat di atas, proyek pengerjaan air dihentikan sementara," kata perwakilan warga tersebut. 

Informasi yang didapat, setelah dihentikan sementara nantinya proyek tersebut akan ditinjau kembali oleh pihak terkait ke lokasi pekerjaan proyek. 

"Nanti akan ditinjau kembali, tanggal 27 November akan dilakukan peninjauan ke lokasi," katanya. 

Informasi ini disambut sorak-soray warga lainnya yang memang menginginkan hasil ini.

Dimana, sejak awal masyarakat menginginkan proyek pembangunan saluran air untuk ke Desa Tanjung Barus dihentikan.

Diungkapkan masyarakat, pengerjaan proyek ini dinilai akan merugikan masyarakat tiga desa karena sumber airnya akan berkurang karena masyarakat tiga desa sudah mengandalkan sumber air tersebut. 

(*/nusantaraterkini.co)