Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aktivitas Transaksi Lesu di Tengah Penguatan Bursa ​

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pergerakan harga saham di bursa.(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co,JAKARTA-Pergerakan bursa saham Indonesia selama periode perdagangan 17 hingga 21 November 2025 menunjukkan sebuah paradoks.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dan sukses membukukan kenaikan, namun hal ini justru diiringi oleh penurunan signifikan pada gairah transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut data yang dirilis BEI, selera investor untuk bertransaksi tampak meredup sepanjang pekan lalu. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat menyusut tajam sebesar 8,4 persen, dari angka Rp23,34 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp21,37 triliun per hari.
Baca Juga : IHSG Sepekan Naik 0,52%, RNTH Terkoreksi 8,45%
Penurunan ini semakin dipertegas oleh anjloknya Rata-rata Volume Transaksi Harian yang terjun bebas hingga 27,2 persen, dari 53,95 miliar saham menjadi hanya 39,28 miliar saham per hari. Bahkan, frekuensi transaksi harian juga terpangkas 14 persen, menetap di 2,32 juta kali transaksi.

​Situasi kontras terlihat pada kinerja IHSG. Alih-alih tertekan oleh transaksi yang melambat, indeks acuan ini justru menguat 0,52 persen dan berhasil ditutup pada level 8.414 di akhir pekan, melonjak dari posisi 8.370. Kinerja solid ini sempat membawa IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa atau All-Time High (ATH) di level 8.491 pada hari Kamis, 20 November 2025.

Kenaikan IHSG secara keseluruhan ini mendorong nilai kapitalisasi pasar BEI ikut terdongkrak 0,49 persen, dari Rp15.316 triliun menjadi sekitar Rp15.391 triliun, seperti yang tercatat dalam data resmi.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Simak 6 Rekomendasi Saham untuk Jumat (21/11/2025) 

Dilansir RMOL, Senin (24/11/2025),Di tengah lonjakan nilai indeks dan kapitalisasi pasar, investor asing terus menunjukkan keengganan berinvestasi di pasar saham Tanah Air. Pada penutupan Jumat pekan lalu, investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp26,32 miliar di seluruh pasar. Dengan demikian, total akumulasi jual bersih investor asing sejak awal tahun berjalan telah mencapai angka Rp50,32 triliun, menandai tren keluarnya modal asing yang berkelanjutan.

(*/Nusantaraterkini.co)