Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Meningkatnya dinamika di pasar keuangan nasional dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai kalangan. Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menilai kondisi tersebut harus dijawab dengan langkah konkret yang mampu memperkuat kepercayaan investor, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Menurut Amin, berbagai sentimen yang berkembang di pasar, termasuk munculnya narasi "Sell Indonesia", perlu dipandang sebagai sinyal yang mendorong pemerintah untuk memperkuat komunikasi kebijakan serta menunjukkan arah pembangunan ekonomi yang semakin jelas dan terukur.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sejatinya masih memiliki fundamental ekonomi yang relatif kuat. Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, stabilitas sektor keuangan, serta kemampuan menghadapi tekanan global menjadi modal penting dalam menjaga optimisme pasar.
Baca Juga : DPR Ingatkan Potensi Residential Outflow, BI dan Kemenkeu Diminta Waspada
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, menjaga kepercayaan pasar menjadi faktor yang sangat penting. Keyakinan investor harus terus diperkuat melalui kebijakan yang konsisten dan terukur,” ujar Amin, Rabu (10/6/2026).
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara tersebut juga mengapresiasi berbagai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, menurutnya, upaya tersebut perlu didukung dengan komunikasi yang lebih intensif dan terbuka mengenai arah kebijakan ekonomi, prioritas pembangunan, serta strategi menjaga kesehatan fiskal negara.
Amin menilai pasar membutuhkan kepastian dan konsistensi. Oleh sebab itu, penyampaian peta jalan atau roadmap ekonomi yang jelas akan memberikan sinyal positif kepada investor dan membantu memperkuat keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Baca Juga : IHSG Anjlok & Trading Halt Berulang, DPR Peringatkan Krisis Kepercayaan di Pasar Modal
Selain aspek komunikasi, Amin juga mendorong percepatan reformasi ekonomi yang selama ini menjadi perhatian dunia usaha. Reformasi tersebut mencakup penyederhanaan regulasi investasi, penguatan sektor industri nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera itu menekankan pentingnya sinergi seluruh otoritas ekonomi dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia optimistis Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan investasi strategis dan motor pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, momentum gejolak pasar saat ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kebijakan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta membangun komunikasi ekonomi yang lebih efektif.
“Optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia harus terus dijaga. Kepastian kebijakan, tata kelola yang baik, dan kerja nyata akan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan investor,” tutupnya.
(Dra/nusantaraterkini.co)
