NUSANTARATERKINI.CO, HUMBAHAS - Banjir bandang menerpa lahan pertanian di Desa Sionom Hudon Julu, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, pada Rabu (6/3/2024) sekitar pukul 18.00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, luapan sungai berlumpur itu turut membawa material bongkahan kayu yang tak pernah terjadi selama ini.
Dilansir dari Tribun Medan, dari video amatir warga, tampak hamparan sawah yang berada di sisi kanan-kiri sungai habis diterjang banjir bandang dan sudah menyatu dengan sungai.
Baca Juga : Pemulihan Pascabencana Sumut Berlangsung Hingga Tiga Tahun ke Depan, Alokasi Anggaran Rp 23,32 Triliun
Bahkan, jembatan pun hanya tinggal terlihat sedikit dari genangan air.
Hingga saat ini belum ada informasi mengenai ada tidaknya korban jiwa dalam bencana alam ini.
Menyedihkannya, warga setempat pada saat ini sedang musim tanam padi. Hal ini sangat berdampak pada perekonomian warga.
Baca Juga : Banjir Bandang dan Longsor di Manduriang, Tujuh Rumah Rusak Berat dan Puluhan Warga Terdampak
Sungai ini bernama Lae Sigan. Hulunya di kaki gunung (delleng) Simpon.
Jika ditarik garis lurusnya hulunya, maka aliran sungainya datang dari arah Kabupaten Aceh Singkil.
Warga setempat menduga, di sekitaran hulu sungai Lae Sigan ini diduga adanya kegiatan penggundulan hutan.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
Namun di luar dari dugaan itu, menurut warga, ada terlihat dua titik lokasi longsor di gunung yang merupakan hulunya sungai.
Sehingga airnya keruh dan membawa material bongkahan kayu.
Titik longsoran itu terlihat di gunung di sisi kanan dan kiri hulu sungai.
Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Tribun Medan
Baca Juga : Pengamanan Upacara Detik Proklamasi Dalam Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke- 79 Tahun 2024 di Humbahas
