Nusantaraterkini.co, BATURAJA — Bencana banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus meluas hingga merendam 347 rumah di sembilan desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Baturaja Timur, Baturaja Barat, dan Lubuk Batang pada, Rabu (15/4/2026).
Kepala Pelaksana BPBD OKU, Januar Effendi menyebut jika luapan air dengan ketinggian mencapai 100 sentimeter tersebut kini berdampak pada 1.143 jiwa penduduk di wilayah terdampak.
Baca Juga : Kisah Haru Keluarga Jalan Kaki 3 Bulan dari Semarang ke Muba, Dievakuasi Polres OKU
"Banjir terjadi di sejumlah desa/kelurahan yang berada di tiga kecamatan, yakni Baturaja Timur, Baturaja Barat, dan Lubuk Batang," ujar Januar, Jumat (17/4/2026).
Januar merinci jika sebaran dampak paling signifikan berada di Kecamatan Baturaja Timur yang meliputi Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Lama, Kemalaraja, serta Desa Terusan, Tanjung Baru, dan Tanjung Kemala.
Sementara itu, di Kecamatan Baturaja Barat banjir melanda Kelurahan Tanjung Agung, dan di Kecamatan Lubuk Batang merendam Desa Lubuk Batang Lama serta Desa Gunung Meraksa yang hingga kini masih dalam proses pendataan.
Meskipun merendam ratusan hunian warga, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Namun, kerugian materiil akibat kerusakan bangunan dan harta benda warga diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah seiring dengan kondisi air yang belum sepenuhnya surut di beberapa titik.
"Tidak tercatat ada korban jiwa dan luka-luka dalam kejadian banjir ini. Untuk tinggi muka air berkisar 10-100 cm. Estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp 347 juta," ungkapnya.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit air di lapangan.
Masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan daerah dataran rendah, diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Jika curah hujan tinggi kembali terjadi, potensi banjir susulan masih dapat mengancam wilayah tersebut," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
