Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Tujuh orang ditemukan meninggal dunia akibat banjir yang melanda Kabupaten Tanah Datar pada Sabtu (11/5/2024) pukul 21.00 WIB.
Saat ini ketujuh jenazah tersebut sedang dalam proses identifikasi di rumah sakit setempat.
Baca Juga : Tapteng Belum Pulih, Korban Bencana Alam Tetap Kibarkan Merah Putih Meski tak Dapat Bantuan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, peristiwa banjir ini dipicu intensitas curah hujan yang tinggi.
Baca Juga : BPBD Catat 90 Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang 2026
"Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Tanah Datar antara lain Kecamatan X Koto, Kecamatan Batipuh, Kecamatan Pariangan, Kecamatan Lima Kaum, dan Kecamatan Sungai Tarab," ungkapnya, Minggu (12/5/2024).
Muhari menjelaskan, berdasarkan kaji cepat sementara yang dilakukan, tercatat 25 KK terdampak, 24 unit rumah warga terdampak, dan 12 unit jembatan terdampak.
Baca Juga : Tragis! Dua Remaja di Tanah Datar Tewas Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar bersama unsur terkait terus melakukan upaya evakuasi warga terdampak.
Baca Juga : Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburan Abu Capai Ketinggian 1.500 Meter
"Hingga siang ini, fokus penanganan darurat adalah melakukan upaya pencarian dan pertolongan," jelasnya.
Muhari menerangkan, banjir yang terjadi sejak semalam ini juga meninggalkan endapan lumpur yang cukup tinggi hingga mencapai betis orang dewasa.
Baca Juga : SAMSAT Malam Minggu Diserbu Warga, Pemkab Pasbar Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan
Oleh karena itu, selain upaya pencarian dan pertolongan, tim gabungan pada hari ini juga berupaya melakukan pembersihan ruas jalan Batusangkar - Padang Panjang yang terdampak endapan lumpur.
Baca Juga : Pemkab Pasaman Barat Kembali Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut dari BPK RI
"Alat berat dikerahkan guna percepatan pembersihan akses jalan ini," pungkasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
