Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BBM Non-Subsidi Naik, Herman Khaeron Nilai Pemerintah Tetap Lindungi Daya Beli Rakyat

Editor :  hendra
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua BAKN DPR Herman Khaeron Menilai Kenaikan BBM Non Subsidi Upaya Pemerintah Menjaga Daya Beli Rakyat (foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTAWakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR Herman Khaeron, menilai pemerintah masih berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan penahanan harga bahan bakar minyak (BBM), meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan.

Menurut Herman, pemerintah hingga saat ini masih memberikan subsidi dan kompensasi terhadap sejumlah jenis BBM sehingga kenaikan harga yang terjadi belum sepenuhnya mencerminkan harga keekonomian.

“Pemerintah masih memberikan subsidi dan kompensasi terhadap harga BBM, baik untuk RON 92 maupun RON 95. Kalau menghitung berdasarkan kenaikan harga internasional, sebetulnya harga BBM tersebut semestinya bisa mencapai sekitar Rp20.000 per liter,” kata Herman, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga : Herman Khaeron Optimistis Target Ekonomi 2027 Tercapai di Tengah Ketidakpastian Global

Ia menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir pemerintah mempertahankan harga BBM pada level yang relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap masyarakat di tengah kenaikan harga energi global.

Menurut Herman, penyesuaian harga pada beberapa jenis BBM non-subsidi juga diperlukan agar beban yang ditanggung badan usaha energi tidak semakin berat dan keberlangsungan usaha tetap terjaga.

“Kita tahu harga minyak internasional meningkat. Karena itu ada penyesuaian pada sebagian BBM non-subsidi agar tidak terlalu membebani Pertamina dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Namun pemerintah masih memberikan kompensasi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat,” ujar Anggota Komisi VI DPR ini.

Baca Juga : Herman Khaeron Apresiasi Langkah Pemerintah Tahan Kenaikan Harga Komoditas Impor

Herman menegaskan bahwa BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah tetap dijaga harganya. Pemerintah, lanjutnya, juga telah menyampaikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

“BBM bersubsidi tetap dijaga agar masyarakat yang membutuhkan dapat menjalankan aktivitasnya tanpa tambahan beban. Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat,” kata Legislator dapil Jabar ini.

Sementara itu, untuk BBM yang mengikuti mekanisme floating price, Herman menyebut sebagian telah mengalami penyesuaian harga. Kendati demikian, pemerintah masih berupaya menahan kenaikan agar tidak memicu penurunan daya beli maupun mendorong kenaikan harga barang dan jasa lainnya.

Ia menilai langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi karena tetap memperhatikan sektor-sektor strategis yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah yang tetap memperhatikan sektor yang sangat vital dan penting bagi masyarakat. Mudah-mudahan jika kondisi fiskal ke depan semakin kuat, kompensasi bisa diperbesar sehingga harga dapat kembali menurun,” tuturnya.

Selain itu, Herman berharap harga minyak dunia dapat turun dalam waktu mendatang. Menurutnya, penurunan harga minyak internasional akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan mengurangi tekanan terhadap daya beli masyarakat.

“Harapan kita tentu harga minyak internasional bisa turun. Jika itu terjadi, berbagai harga yang saat ini menjadi kekhawatiran masyarakat dapat ikut turun sehingga daya beli masyarakat semakin terjaga,” pungkasnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co)